Begini Cara Grup Teknologi Properti Perkuat Pasar

Ilustrasi platform properti.
Sumber :
  • Smart Property Investment

VIVA – Digitalisasi terus merambah ke berbagai sektor industri. Salah satunya sektor properti. Hal ini dikarenakan semakin banyak masyarakat yang bertransaksi secara daring atau online lewat marketplace.

Inflasi Melandai, Waktunya Sektor Ini Beraksi

Hal ini tidak disia-siakan oleh grup teknologi properti asal Singapura, PropertyGuru, untuk memperkuat pasar di Asia Tenggara.

Apalagi, setelah induk usaha Rumah.com itu mendapat pendanaan sebesar S$200 juta atau US$145 juta (Rp2,17 triliun) pada putaran Seri D dari perusahaan investasi global bidang teknologi blue-chip, KKR, pada Oktober 2018.

Kinerja Induk Usaha Rumah.com Sedikit Terguncang

Putaran pendanaan ini memberi dorongan bagi PropertyGuru untuk terus berinvestasi dalam teknologi dan membawa solusi yang bermanfaat bagi pencari rumah, agen real estate, dan pengembang properti.

Tak heran karena PropertyGuru Group menguasai teknologi properti di lima negara di Asia Tenggara. PropertyGuru, untuk Singapura dan Malaysia, Rumah.com di Indonesia, DDproperty.com untuk Thailand, dan Batdongsan.com.vn di Vietnam.

Meraih Momentum Pascapandemi Covid-19

Dari sisi manajemen, mereka memperkuat bisnis dengan menggaet Jules Kay, menggantikan Terry Blackburn sebagai direktur bisnis Asia Property Awards, platform penghargaan real estate terbesar di Asia.

Chief Business Officer PropertyGuru Group, Jeremy Williams, mengatakan Kay memiliki pengalaman selama dua dekade berkarir di bidang sales dan marketing serta teknologi.

"Asia Property Awards merupakan platform yang sangat terkemuka dan menghubungkan para pelaku industri real estate setiap tahunnya di masing-masing negara, serta memberi kesempatan bagi pengembang properti dan proyek yang layak agar mendapat perhatian di tingkat regional," ungkap Williams, seperti dikutip dari Digital News Asia, Minggu, 24 Februari 2019.

Asia Property Awards merupakan ajang penghargaan real estate bergengsi, di mana acara yang digelar pada akhir November tahun ini akan melibatkan pengembang properti dari Indonesia beserta negara-negara ASEAN lainnya, China, Hongkong, Jepang, dan Australia.

Sementara itu, Kay berharap bisa bekerjasama dalam tim profesional dengan tujuan mempertahankan kualitas industri real estate menjadi lebih baik. “Saya siap membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi, terlebih perkembangan properti di Asia makin pesat,” papar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya