Asal Usul Mawar, dari Perang sampai Obat Kuat
- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Dalam sejarah, mawar menjadi barang yang bernilai. Pada abada ke-17, royalti menganggap mawar atau air mawar sebagai alat pembayaran yang sah. Malah bunga ini dipakai sebagai media barter sekaligus pembayaran.
Beradad selanjutnya, mawar masih memesona. Laman University of Illionis Extension menuliskan, istri Napoleon, Josephine membuat koleksi mawar yang luas di Chateau de Malmaison, area perkebunan tujuh mil di barat Paris pada 1800-an. Taman ini belakangan menjadi latar bagi karya Peirre Joseph Redoute yang dikenal sebagai ilustrator botani.
![]()
Asal-usul mawar
Dari mana asalnya mawar, yang kini memiliki setidaknya 150 spesies, masih menjadi misteri. Laman Britannica menuliskan, sebagian besar spesies mawar berasal dari daratan Asia, dan sejumlah kecil lainnya berasal dari Amerika Utara. Kemudian sedikit spesies lainnya berasal dari Eropa dan barat laut Afrika.Â
Britannica menuliskan, mawar dari berbagai belahan dunia memang siap untuk perkawinan silang. Dengan demikian, asal usul asli mawar menjadi kabur karena tumpang tindih kawin silang begitu kompleks antarspesies, jadi sulit untuk menentukan spesies asli atau dasar dari mawar.Â
Setidaknya kurang dari 10 spesies mawar yang sebagian besar berasal dari Asia, terlibat dalam persilangan yang akhirnya menghasilkan banyak jenis mawar pada era modern saat ini.Â
Kaburnya spesies asli mawar juga diakui Rahmat dalam bukunya tersebut. Dia menuliskan, banyak pakar tanaman menduga mawar berasal dari belahan Bumi utara terutama dataran China, Timur Tengah dan Eropa Timur.Â
Dari wilayah itu, tulis Rahmat, mawar menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin alias sub tropis dan panas atau tropis. Daerah pusat penyebaran mawar semula terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia, India, Afrika Utara dan Indonesia, sebelum meluas ke seluruh penjuru dunia.
Di masa modern, mawar kian menjadi komoditas. Rahmat menunjukkan, data pada 1988, nilai ekspor bunga mawar di Belanda mencapai 521 juta gulden, dan dengan cepat naik menjadi 562 juta gulden setahun setelahnya. Nilai ekspornya makin naik menjadi 825 juta gulden pada 1991.Â
Pasar mawar yang jadi pelanggan Belanda yakni Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Swiss, Austria, Amerika Serikat, Swedia, Denmark dan Jepang.Â