Rektor UMS Sofyan Anif: RUU Sisdiknas Masih Cacat

Rektor UMS Sofyan Anif memberikan keterangan kepada wartawan di Solo
Sumber :
  • antara

VIVA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif meminta penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat.

"Setelah melakukan kajian ternyata RUU Sisdiknas ada beberapa yang sifatnya masih cacat, belum menunjukkan RUU yang komprehensif," katanya usai pelepasan wisudawan/wisudawati UMS di Solo, Sabtu (26/3).

Ia menilai dalam RUU tersebut tidak ada kajian akademis yang secara filosofis menjelaskan mengapa perlu ada RUU Sisdiknas.

"Padahal sebelumnya sudah ada UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20/Tahun 2003. Itu lebih bersifat komprehensif dan mengakomodasi seluruh kepentingan," katanya.

Terkait penyusunan RUU tersebut, menurut dia, secara mekanisme perlu adanya keterlibatan dari masyarakat dan mitra kerja pemerintah.

"Ini (RUU Sisdiknas) prosesnya begitu cepat, tidak melibatkan masyarakat. Tahu-tahu sudah ada RUU ini," katanya.

Ia menilai dari sisi filosofi hukum, maka RUU Sisdiknas yang baru ini belum mencerminkan UU yang berangkat dari Undang-Undang 1945.

"Termasuk di dalamnya mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun bangsa yang berkarakter, dan berbudi pekerti luhur. Ini dipersingkat hanya mendasarkan pada kultur budaya bangsa, ini tidak kata-kata beriman dan bertakwa. Sila satu (Pancasila) belum jadi dasar menyusun RUU Sisdiknas," katanya.

Terkait hal itu, ia berharap agar penyusunan RUU Sisdiknas tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa.

"Karena RUU ini akan mem-breakdown di bawahnya. Ini bisa menimbulkan pro kontra yang lebih besar lagi. Oleh karena itu, susunlah dengan cermat, libatkan stakeholder, salah satunya lembaga pendidikan," katanya. (antara)

img_title Mau Kuliah tapi Terkendala Biaya? Ada Beasiswa untuk Siswa SMA, MA dan SMK Negeri
Mendiktisaintek Brian Yuliarto

Menteri Brian Minta Rektor se-Indonesia Tak 'Hobi' Tambah Prodi: Pegel Ngurus Akreditasi

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta rektor di Indonesia tidak terus menambah program studi (Prodi), tetapi menggabungkan Prodi yang memiliki rumpun keilmuan serupa

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut