Teori Kinetik Gas, Ini Pengertian dan Sifat-sifatnya

Ilustrasi balon udara.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Edukasi – Teori kinetik gas menerangkan mengenai sifat-sifat gas ideal secara teoritis. Berdasarkan teori kinetik gas, gas terbentuk dari molekul-molekul gas yang bergerak secara acak dengan gerak konstan. Molekul gas bergerak dengan kecepatan tinggi dan saling bertubrukan dengan molekul lainnya dan juga dengan dinding secara terus-menerus.

img_title Terungkap! Makna Tersembunyi di Balik Simbol Piramida pada Uang 1 Dolar AS

Apa itu gas ideal?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi balon anak

Photo :
  • YouTube: Felice and Vano

img_title Teori Paradixia, Terobosan Baru Atur AI ala Doktor Muda dari Bali

Gas ideal merupakan sekumpulan partikel gas yang tidak saling berinteraksi satu dengan lainnya. Artinya, jarak antarpartikel gas ideal sangat berjauhan dan bergerak secara acak. Berikut beberapa sifat-sifat gas ideal:

- Partikelnya berjumlah banyak.
- Tidak ada interaksi antarpartikel atau tidak ada gaya tarik menarik antarpartikelnya.
- Jika dibandingkan ukuran ruangan, ukuran partikel gas ideal bisa diabaikan.
- Tumbukan yang terjadi antara partikel gas dan dinding ruangan merupakan tumbukan lenting sempurna.
- Partikel gas tersebar secara merata di dalam ruangan.
- Partikel gas bergerak secara acak ke segala arah.
- Berlaku Hukum Newton tentang gerak.
- Energi kinetik rata-rata molekul gas ideal sebanding dengan suhu mutlaknya.

img_title Catat, Mulai Tahun Depan SIM Baru Bisa Tercetak Kalau Ikuti Seluruh Tes

Persamaan Umum Gas Ideal

Ilustrasi Balon

Photo :
  • Pixabay

Persamaan umum gas ideal yaitu:
PV=Nrt
PV=m/Mr RT
P.Mr=m/V RT
P.Mr=pRT
PV=N/Na RT
PV=NkT
Keterangan:
P  = tekanan gas (Pa);
Mr = massa molekul relatif (kg/mol);
V = volume gas (m3);
Na = bilangan Avogadro = 6,02 × 1023 partikel/mol
m = massa 1 partikel gas (kg);
R = tetapan gas ideal (8,314 × 103 J/kmol.K;
k = konstanta Boltzman (1,38 × 10-23 J/K);
N = jumlah partikel gas;
n = jumlah mol (mol);
? = massa jenis gas (kg/m3); dan
T = suhu gas (K).

Persamaan Keadaan Gas Ideal

Ilustrasi balon

Photo :
  • Pixabay/Scroedehunt

Pada ruang tertutup keadaan suatu gas ideal dipengaruhi oleh tekanan, suhu, volume dan jumlah molekul gas. Ada beberapa hukum yang menjelaskan keterkaitan antara keempat besaran tersebut. Berikut penjelasannya.

1. Hukum Boyle

Hukum Boyle dicetuskan oleh seorang ilmuwan asal Inggris, yaitu Robert Boyle. Hukum Boyle adalah “jika suhu suatu gas dijaga konstan, maka tekanan gas akan berbanding terbalik dengan volumenya”. Istilah lainnya bisa dinyatakan sebagai hasil kali antara tekanan dan volume suatu gas pada suhu tertentu adalah tetap (isotermal). Secara matematis dirumuskan sebagai berikut.
PV=konstan
P1V1=P2V2
Keterangan:
P1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2);
V1 = volume gas pada keadaan 1 (m3);
P2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2); dan
V2 = volume gas pada keadaan 2 (m3).

2. Hukum Charles

Hukum yang ditemukan oleh Jacques Charles ini menyatakan bahwa “jika tekanan suatu gas dijaga konstan, maka volume gas akan sebanding suhu mutlaknya”. Istilah lain dari Hukum Charles ini adalah hasil bagi antara volume dan suhu pada tekanan tetap (isobar) akan bernilai tetap. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.
V/T=konstan
V1/T1=V2/T
Keterangan:
T1 = suhu gas pada keadaan 1 (K);
V1 = volume gas pada keadaan 1 (m3);
T2 = suhu gas pada keadaan 2 (K); dan
V2 = volume gas pada keadaan 2 (m3).

3. Hukum Gay-Lussac

Hukum Gay-Lussac ditemukan oleh seorang ilmuwan Kimia asal Prancis, yaitu Joseph Louis Gay-Lussac pada tahun 1802. Hukum Gay-Lussac adalah “jika volume suatu gas dijaga konstan, tekanan gas akan sebanding dengan suhu mutlaknya”. Artinya, proses berlangsung dalam keadaan isokhorik (volume tetap). Berikut rumus secara matematis.
P/T=konstan
P1/T1=P2/T2
Keterangan:
P1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2);
T1 = suhu gas pada keadaan 1 (K);
P2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2); serta
T2 = suhu gas pada keadaan 2 (K).

4. Hukum Boyle-Gay Lussac

Hukum Boyle- Gay Lussac adalah “hasil kali antara tekanan dan volume dibagi suhu pada sejumlah partikel mol gas adalah tetap”. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.
PV/T=konstan
P1V1/T1=P2V2/T2
Keterangan:
P1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2);
V1 = volume gas pada keadaan 1 (m3);
T1 = suhu gas pada keadaan 1 (K);
P2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2);
T2 = suhu gas pada keadaan 2 (K); serta
V2 = volume gas pada keadaan 2 (m3).

Besaran-besaran teori kinetik gas dan teori ekipartisi energi gas

Ilustrasi ban motor

Photo :
  • Istimewa

1. Hubungan tekanan dengan kecepatan rata-rata

P=1/3 m0 (N/V)V rt2
P=tekanan gas (Pa)
M0=massa partikel (kg)
N= jumlah partikel 
V=volume ruangan (m3)
Vrt2=kelajuan kuadrat rata-rata (m2/s2)

2. Hubungan antara tekanan dengan energi kinetik rata-rata gas

Energi kinetik rata-rata sebanding dengan kecepatan rata-rata kuadrat.
P=2/3 Nek/V
P=tekanan gas (Pa)
N= jumlah partikel gas
Ek= energi kinetic rata-rata (joule)
V=volume gas (m3)

3. Hubungan antara suhu dengan energi kinetik gas

Ek=3/2 Kt
Ek=energi kinetik rata-rata (joule) 
k=konstanta Boltzmann (1,38x10-28 J/K)
T=suhu (K)

4. Kecepatan efektif gas ideal

Dalam suatu ruangan dengan banyak molekul gas, molekul-molekul tersebut bergerak secara acak. Gerakan tiap-tiap molekul memiliki kelajuan yang tidak seluruhnya sama. Kecepatan efektif didefinisikan sebagai akar rata-rata kuadrat kecepatan.
Vrms= akar kuadrat (v2)rt atau Vrms 2= (V2)rt
Vrms= akar kuadrat 3Kt/m0
Vrms=kecepatan efektif (m/s)
K=konstanta Boltzman (1,38x10-28 J/K)
T=suhu (k)
M0=massa partikel (kg)

5. Teorema ekipartisi energi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

a. energi kinetik keseluruhan
Nilai energi kinetik pada sumbu X, sumbu Y, dan sumbu Z.
(Ekt)rt = (Eky)rt = (Ekz)rt = 1/3 (Ek)rt
b. Derajat kebebasan gas monoatomic
derajat kebebasan berkaitan dengan kemampuan suatu molekul melakukan gerakan satu dimensi sehingga terbentuk energi mekanik molekul. Derajat kebebasan disingkat dengan df (degree of freedom).
c. Teorema ekipartisi energi
sejumlah partikel yang memenuhi hukum gerak Newton pada suatu system dengan suhu mutlak T memiliki energi yang terbagi merata pada setiap derajat kebebasan (df) sebesar ½ Kt. Nilai tersebut dinyatakan sebagai energi mekanik rata-rata yang memiliki nilai sama dengan energi kinetik rata-rata.
(Em)rt=(Ek)rt=df (1/2Kt)

Demikian ulasan tentang teori kinetik gas. Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat.

Denny JA

Denny JA Jelaskan Teori Baru di Balik Peristiwa Kerusuhan Asgustus 2025

Pendiri LSI Denny JA, memperkenalkan gagasan baru yang ia sebut sebagai Teori Kerusuhan Era Digital untuk menjelaskan fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat

img_title
VIVA.co.id
16 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut