Sekolah Jangan Paksa Siswa Ikut Acara Perpisahan

Kadisdik Sumut, Abdul Haris Lubis.(B.S.Putra/VIVA)
Sumber :
  • VIVA.co.id/B.S. Putra (Medan)

VIVA – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Utara, Abdul Haris Lubis mengimbau kepada seluruh sekolah di Sumut, akan melaksanakan acara perpisahan, untuk mengutamakan keselamatan para anak didik yang ikut dalam kegiatan tersebut.

img_title Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Jelang Demo Besar Gelombang Kedua, Museum Ditutup

Hal itu, disampaikan Haris dalam menyikapi insiden kecelakaan maut di Palasari - Ciater Subang Jawa Barat yang menyebabkan 11 pelajar SMK Linggau Kencana, Kota Depok, meninggal dunia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perpisahan, untuk kebersamaan dan kekeluargaan itu, sah-sah aja ya. Tetapi pastikan, bahwa yang dituju tempatnya itu, aman," ucap Haris kepada wartawan di Kota Medan, Selasa 14 Mei 2024.

img_title Cetak Surplus Beras 27.633 Ton, Sumut Genjot Kawasan Pertanian Unggulan

Haris mengingatkan kepada sekolah menggelar acara perpisahan di luar sekolah, agar melihat aspek keamanan dari kendaraan bermotor digunakan layak atau tidak beroperasi. Kemudian, lokasi dituju aman atau tidak serta melihat kondisi cuaca atau iklim lokasi yang dituju. 

Hal itu, menurut Haris jangan sampai acara perpisahan yang seharusnya, berlangsung dengan kekeluargaan tersebut, berubah menjadi musibah yang tidak diinginkan.

img_title Kapolri Ungkap Modus Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Sinyal Kapal Diduga Sengaja Dimatikan

"Jangan yang bawa murid, siswa yang berbahaya. Cuaca, iklim seperti apa? Kalau musim hujan jangan bawa ke gunung dan jangan bawa ke pantai. Perlu kita imbau, agar harus memungkinkan keselamatan semua itu," sebut Haris.

(Ilustrasi) Pengunjung ramaikan objek wisata pantai anyer saat libur Lebaran 2019.

Photo :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama

Haris menegaskan seluruh sekolah di Sumut, jangan memaksakan anak didik atau orang tua siswa untuk mengikuti acara perpisahan itu. Acara perpisahan itu, sah-sah tapi bukan wajib diikuti oleh anak didik.

"Mewajibkan itu, tidak boleh. Jangan samakan semua kondisi ekonomi orang tua siswa itu. Apa lagi, siswa itu termasuk orang tidak mampu," jelas Haris.

Haris menjelaskan bila orang tua siswa keberatan dengan biaya kegiatan perpisahan tersebut. Bila ada siswa tidak mampu, sekolah yang berinisiatif mengikuti secara gratis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau dia ikut, harus digratiskan dan dibuatkan acara diikuti dia, tapi gratis. Jangan pula acara dilaksanakan karena dia tidak punya, tidak boleh ikut. Itu yang salah, dia tidak mampu digratiskan dan dia ikut, itu yang benar," ucap Haris.

Haris mengatakan setiap peristiwa terjadi terkait dengan anak didik, baik di Provinsi Sumut maupun diluar daerah ini. Pihaknya, langsung memberikan imbauan secara lisan dan tertulis kepada sekolah di Sumut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut