Binus University Luncurkan 4 Program Studi Baru dan Program Beasiswa 100 Persen

Binus University.
Sumber :
  • Pexels

Jakarta, VIVA – Di era digital yang penuh dengan dinamika dan persaingan global, generasi muda dihadapkan pada tantangan untuk mempersiapkan diri lebih awal agar bisa meraih karier yang cemerlang.

img_title Program Studi Teknik Berubah jadi Rekayasa Dinilai Sebagai Penguatan Pendidikan

Namun, akses terhadap pendidikan berkualitas yang dapat membekali mereka dengan keterampilan yang relevan sering kali menjadi kendala, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Kondisi ini bisa menyebabkan banyak talenta muda kehilangan kesempatan untuk berkembang di bidang yang mereka minati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi tantangan tersebut, Fakultas Humaniora BINUS University menyelenggarakan acara Studium Generale pada tanggal 24 Agustus 2024, diikuti dengan launching empat program studi baru. Acara ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dan calon mahasiswa untuk menyadari pentingnya memulai lebih awal dalam menggapai karier di era digital.

img_title Mendiktisaintek Jawab Isu Penutupan Prodi Tak Relevan: Bukan Ditutup, tapi Dikembangkan

Tema yang diangkat, “Menjadi Talenta Kreatif di Masyarakat Multikultural yang Siap Bersaing Secara Global di Era Digital,” menegaskan komitmen fakultas dalam menyediakan solusi melalui program Beasiswa 100%.

Acara dimulai dengan Studium Generale yang menghadirkan narasumber dari perusahaan-perusahaan terkemuka seperti Otsukai, Huawei, Grand Mansion, dan Catalyst. Mereka berbagi wawasan tentang bagaimana industri saat ini sangat membutuhkan talenta yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat dalam lingkungan kerja yang multikultural dan didorong oleh teknologi.

img_title Kemendiksaintek Bakal Tutup Program Studi Tak Relevan dengan Industri, Ini Alasannya

“Acara Studium Generale dan launching program baru ini adalah langkah nyata BINUS University dalam menjawab tantangan era digital dengan memberikan solusi berupa pendidikan berkualitas global,” ujar Bu Nelly selaku Rektor BINUS University.

“Melalui acara ini, tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk bersaing di pasar kerja global, tetapi juga memastikan bahwa mereka dapat memulai lebih awal dalam menggapai karier yang sukses di bidang business, multikultural, digital dan kreatif di era kini,” lanjutnya.

Para narasumber menekankan bahwa era digital membuka banyak peluang baru, namun untuk memanfaatkannya secara maksimal, generasi muda harus siap sejak awal. Mereka harus mampu memahami teknologi, menguasai keterampilan digital, dan memiliki wawasan budaya yang luas. Memulai lebih awal dalam membangun karier dibidang ini memberikan keuntungan kompetitif, memungkinkan mereka untuk meraih posisi strategis di industri global.

"Sebagai Alumni Sastra Inggris, Binusian 2008 saya sangat optimis dan sangat mendukung program baru yang BINUS luncurkan. Selamat atas launching 4 program baru di BINUS University. Kehadiran Global Business Chinese, Japanese Popular Culture, Creative Digital English, dan Digital Psychology adalah langkah yang luar biasa dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan global di era digital," ujar Bu Angel Lazuardi selaku General Manager Grand Mansion.

Menyongsong Masa Depan dengan Keahlian Spesifik Setelah Studium Generale, acara dilanjutkan dengan launching empat program studi baru yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan spesifik yang sangat dibutuhkan di era digital:

Global Business Chinese: Program ini mempersiapkan lulusan untuk terjun dalam bisnis global dengan fokus pada bahasa dan budaya Tiongkok, memberikan mereka keunggulan dalam menjembatani hubungan bisnis antara Indonesia danTiongkok. Jurusan ini akan hadir di BINUS @Kemanggisan dan BINUS @Alam Sutera

Japanese Popular Culture: Dengan mengedepankan konteks pembelajaran pada budaya populer Jepang seperti anime, manga, musik, dan fashion, program ini tidak hanya mempelajari bahasa dan budaya Jepang secara mendalam, tetapi juga memahami tren budaya populer, bisnis industri kreatif Jepang dan komunikasi lintas budaya untuk menggapai karier global. Jurusan ini akan hadir di BINUS @Kemanggisan.

Tokyo, ibu kota Jepang.

Photo :
  • Freepik/tzido

Creative Digital English: Menggabungkan kemampuan linguistik dengan keterampilan digital, program ini mempersiapkan lulusan untuk berkarier di industri kreatif yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi secara efektif di era digital.Jurusan ini akan hadir di BINUS @Kemanggisan.

Digital Psychology: Program inovatif ini menggabungkan psikologi dengan computer science, membekali lulusan untuk mengembangkan teknologi yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Jurusan ini akan hadir di BINUS @Kemanggisan, BINUS @Bandung, BINUS @Malang dan BINUS @Semarang.

Keempat program ini dirancang untuk memungkinkan mahasiswa memulai karier mereka lebih awal dengan keahlian yang sangat dibutuhkan oleh industri global. Dengan membekali diri sejak dini, mahasiswa akan lebih siap dan percaya diri untuk memasuki dunia kerja yang penuh tantangan.

Dalam upaya memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, Fakultas Humaniora juga meluncurkan program Beasiswa 100%. Beasiswa ini memberikan dukungan penuh kepada calon mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan studi di salah satu dari empat program baru tersebut.

Program ini mencakup biaya kuliah penuh, memastikan bahwa keterbatasan finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka yang ingin memulai karier di bidang yang diminati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berharap, melalui program-program studi baru ini dan dukungan penuh dari program Beasiswa 100 persen yang di dalamnya kita juga mencari talenta berbakat melalui beasiswa Talent Scouting secara khusus diberikan untuk para generasi muda yang ingin memulai perjalanan karier mereka lebih awal melalui jurusan Japanese Popular Culture, Global Business Chinese, dan Creative Digital English,” ujar Ibu elisa selaku dekan Fakultas Humaniora BI.

Dengan persiapan yang matang dan semangat untuk terus belajar, kami yakin generasi muda Indonesia mampu menjadi talenta kreatif yang tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memajukan masyarakat di tengah perubahan zaman yang cepat," tandasnya.

Ilustrasi kuliah.

Kemendiktisaintek Ungkap Alasan di Balik Perubahan Nama Program Studi Teknik Jadi Rekayasa

Kemdiktisaintek menjelaskan soal perubahan nomenklatur "teknik" menjadi "rekayasa" dalam nomenklatur program studi (prodi) terbaru, yang menjadi bahan diskusi masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
16 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut