Curhat Hooligan Rusia soal Kerusuhan Piala Eropa

Kerusuhan suporter Inggris dan Rusia di Marseille
Sumber :
  • REUTERS/Kai Pfaffenbach

"Kami ingin gaya kami ini ditiru oleh semua fans di Eropa, tanpa senjata, karena kami tipikal petarung, tanpa membunuh," ujarnya.

img_title Hasil Lengkap: Timnas Belgia Menang, Wales Imbang, Denmark Menderita

Kerusuhan yang melibatkan fans Rusia dan Inggris tentu membuat citra Rusia menjadi ternoda di dunia sepakbola. Mengingat mereka akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, yang notabene pesta sepakbola dengan skala global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat disinggung soal keamanan di negaranya, Misha menjawab, "Di Rusia, di 2018, kepolisian kami akan menunjukkan kepada semua negara Eropa bagaimana mereka seharusnya bekerja. Ini akan menjadi turnamen paling aman dalam sejatah karena polisi Rusia tahu bagaimana cara bekerja yang baik.”

img_title Laga Pertama Timnas Belgia di EURO 2020 Takkan Mudah

"Tahun 2008, saat final Liga Champions di Luzhniki Stadium, Manchester United bermain melawan Chelsea. Tidak ada masalah di sana. Banyak orang Inggris datang, dan mereka bisa aman. Semua berjalan lancar karena polisi Rusia berpikir jauh di depan mereka. Bukan situasi yang mengikuti manusia, tapi manusia yang menciptakan situasi," tuturnya.

Senada dengan Misha, Adexey menambahkan, "Jika Anda ingin satu kegaduhan, kami akan mengaturnya. Jika Anda ingin beberapa kegaduhan, silahkan bicara pada kami dan kami akan kirim Anda ke dalam situasi itu. Jika Anda ingin beberapa gelas bir, mari minum bersama. Sesederhana itu," ujarnya.

img_title Profil Timnas Rusia di EURO 2020, Maksimalkan Talenta Lokal
Artem Dzyuba

Standar Ganda FIFA, Kapten Timnas Rusia: Mereka Lupa

FIFA menjatuhkan sanksi ke Rusia karena urusan politik, padahal mereka biasanya berteriak sepakbola tidak terkait dengan politik.

img_title
VIVA.co.id
3 Maret 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut