Liverpool Vs Chelsea: Antara Gengsi dan Prestasi
- Reuters / Phil Noble
Semangat positif yang ditularkan oleh gairah sang juru taktik menular dengan baik. Buktinya, mereka berhasil mengalahkan dua lawan tangguh, Borussia Dortmund dan Villarreal di ajang Liga Europa.
"Kami memiliki awal musim yang sulit, tetapi pergantian manajer mengubah segalanya. Juergen penuh gairah, dan semua orang berusaha melakukan apa yang dia katakan," tutur gelandang Liverpool, Lucas Leiva.
Kebangkitan di bawah kepemimpinan Klopp membuat Lucas yakin, di musim depan The Reds akan lebih berbahaya. Terlebih, semangatnya kini untuk mempersembahkan gelar juara menjadi berlipat ganda.
"Saya bisa melihat hal baik akan ada di Liverpool di masa depan. Masa depan sangat cerah bagi klub ini, dan semua orang pasti ingin terlibat di dalamnya," kata pemain berkewarganegaraan Brasil tersebut.
Racikan Klopp dalam beberapa pertandingan terakhir juga membuat para penggemar mereka yakin. Dalam mengakali jadwal padat di Premier League dan Liga Europa, dia berani melakukan rotasi dengan memainkan pemain muda.
Dan perjudian itu terbilang berhasil. Sebab, salah satunya ialah performa positif yang ditunjukkan oleh striker belia The Reds, Divock Origi. Melawan Chelsea nanti, perjudian inilah yang kembali ditunggu.
Chelsea Menjaga Gengsi
Musim 2015/2016 menjadi tidak menyenangkan bagi Chelsea. Memulai Premier League sebagai juara bertahan, klub milik taipan asal Rusia, Roman Abramovich justru terpuruk saat ini.
Penampilan buruk di awal musim bahkan sampai harus memakan korban. Jose Mourinho yang digadang-gadang mampu mengembalikan kejayaan The Blues mesti rela dipecat untuk kali kedua berada di Stamford Bridge.
Posisi yang ditinggalkan oleh Mourinho kemudian diisi oleh Hiddink. Namun, eks juru taktik tim nasional Belanda tersebut tak mampu berbuat banyak. Musim depan, Cesc Fabregas dan kawan-kawan sudah dipastikan takkan bermain di kompetisi benua Eropa.
Berada di urutan ke-9 klasemen sementara, sisa dua pertandingan berikut tak mungkin lagi bisa mendongkrak posisi mereka. Sebab, saat ini mereka tertinggal 10 poin dari Liverpool yang berada setingkat di atas.
Satu-satunya misi yang diemban oleh pasukan The Blues ialah menjaga gengsi di kandang lawan. Mereka tidak boleh kalah, agar mental para pemain tak lagi kembali jatuh.
Meski begitu, Hiddink tidak serta-merta bisa 100 persen percaya diri. Karena Liverpool dalam beberapa pertandingan terakhir selalu bisa tampil memukau.