Banyak Kasus Stroke pada Anak Muda, Dokter Ungkap Penyebab dan Tips Mencegahnya

Ilustrasi stroke
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA – Stroke selama ini kerap dikaitkan dengan orang lanjut usia. Namun, fakta menunjukkan bahwa gangguan serius pada otak tersebut juga dapat terjadi pada orang dewasa muda bahkan usia produktif. 

img_title Stroke Jadi Salah Satu Penyebab Kematian, Ketahui Cara Penanganan yang Tepat Sebelum Terlambat

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 1 dari 7 kasus stroke dialami oleh individu berusia 15 hingga 49 tahun. Artinya, sekitar 10 hingga 15 persen kasus stroke menyerang orang dewasa berusia 18 hingga 50 tahun. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi dunia kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter spesialis jantung senior di Paras Hospital Gurugram, Dr. Vikash Goyal, menegaskan pentingnya kesadaran mengenai faktor risiko stroke pada usia muda. 

img_title Heboh Rumor Xi Jinping Disebut Alami Stroke hingga Tinggalkan BRICS Lebih Dulu

Menurutnya, pemahaman yang baik dapat membantu pencegahan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

Berikut beberapa penyebab stroke pada anak muda beserta tips pencegahannya dari dokter, seperti dilansir dari Health Shots:

img_title Hipertensi Bisa Tingkatkan Risiko Jantung hingga Stroke

1. Hipertensi Tak Terkontrol

Tekanan darah tinggi acap kali dianggap hanya menyerang orang tua. Padahal, pada usia muda hipertensi sering tidak terdeteksi karena minim gejala. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat melemahkan pembuluh darah otak dan memicu stroke.

Tips dokter: Rutin cek tekanan darah, konsumsi makanan rendah garam, aktif berolahraga, dan kendalikan stres melalui meditasi atau yoga.

2. Kelainan Jantung yang Tidak Terdeteksi

Gangguan seperti atrial fibrillation (AFib) dan Patent Foramen Ovale (PFO) dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang berpotensi menyumbat aliran darah ke otak.

Tips dokter: Lakukan pemeriksaan jantung berkala, termasuk EKG dan ekokardiogram, meskipun merasa sehat.

3. Gangguan Pembekuan Darah

Kondisi seperti trombofilia atau penyakit sel sabit menyebabkan tubuh mudah membentuk bekuan darah yang bisa menghambat aliran darah ke otak.

Tips dokter: Jika memiliki riwayat keluarga stroke atau penyakit serupa, lakukan skrining dan penuhi kebutuhan cairan tubuh.

4. Penggunaan Kontrasepsi Oral

Pil KB yang mengandung estrogen dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, terutama pada wanita yang juga memiliki faktor risiko lain seperti merokok atau obesitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tips dokter: Konsultasikan pemilihan metode kontrasepsi yang aman dengan dokter spesialis kandungan.

5. Penyakit Autoimun dan Peradangan

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut