Sudah Kurangi Gorengan tapi Kolesterol Tetap Tinggi? Ini Penyebabnya

Ilustrasi Gorengan
Sumber :
  • ilustrasi AI Gemini

VIVA –Di Indonesia, masyarakat dengan kolesterol bisa dibilang cukup tinggi, yaitu mencapai 28 persen. Lebih mengejutkan lagi, ternyata 7,9 persen orang di dunia meninggal akibat penyakit ini. Jika terlambat diatasi, kolesterol tinggi memang akan membahayakan kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian. 

img_title Kolesterol Tinggi Gak Cuma Menyerang Lansia, Ini yang Perlu Diwaspadai

Kolesterol yang dibiarkan tidak terkendali lama-kelamaan dapat menyumbat pembuluh darah, yang pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit stroke, aterosklerosis, angina, dan serangan jantung. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada empat hal utama yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, yaitu rutin berolahraga, menjaga pola makan, berhenti merokok dan mempertahankan berat badan yang sehat

img_title Stroke Jadi Salah Satu Penyebab Kematian, Ketahui Cara Penanganan yang Tepat Sebelum Terlambat

Meski perubahan gaya hidup tersebut sangat penting untuk membantu mengendalikan kolesterol tinggi, cara ini tidak selalu cukup bagi semua orang. Ada pula beberapa faktor lain yang mungkin tidak disadari dan justru membuat upaya menurunkan kolesterol menjadi kurang efektif.

Penyebab Kolesterol Tinggi yang Sering Tidak Disadari

img_title Menkes Budi Peringatkan Bahaya Kol Goreng, Singgung Risiko Kanker dan Kolesterol

Jika Anda sudah berusaha melakukan berbagai cara untuk menurunkan kolesterol, tetapi hasil pemeriksaan masih menunjukkan angka yang tinggi, Anda tidak sendirian. Berikut sejumlah penyebab yang mungkin membuat kadar kolesterol tetap tinggi seperti dikutip dari laman everydayhealth, Kamis 3 September 2026.

1. Faktor genetik

Jika seseorang sudah menerapkan gaya hidup yang relatif sehat tetapi kadar kolesterolnya tetap tinggi, bisa jadi faktor genetik turut berperan.

"Jika seseorang memiliki gaya hidup yang relatif sehat tetapi kadar kolesterolnya tetap tinggi, terutama jika kadar LDL lebih dari 160, kemungkinan ada faktor genetik yang menyebabkan kolesterol tinggi," ujar ahli jantung sekaligus direktur digital therapeutics di Smidt Heart Institute, Cedars-Sinai, Los Angeles, Raj Khandwalla, MD.

Salah satu kondisi yang berkaitan dengan faktor genetik adalah familial hypercholesterolemia (FH). Kondisi yang diturunkan dalam keluarga ini menyebabkan kolesterol menumpuk di dalam aliran darah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah seseorang didiagnosis mengalami kolesterol tinggi, dokter mungkin meresepkan statin. Obat ini bekerja dengan menghambat zat tertentu yang digunakan tubuh untuk memproduksi kolesterol.

"Statin membantu menurunkan kadar LDL sehingga dapat mengurangi risiko stroke atau kematian akibat serangan jantung," kata Khandwalla.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut