Sering Terjadi pada Pria tapi Jarang Dibahas, Apa Sebenarnya Blue Balls?
- Pixabay
Anggapan bahwa blue balls itu berbahaya atau sangat menyakitkan sering kali dibesar-besarkan. Bahkan, menurut seksolog Gigi Engle, mitos ini kerap digunakan untuk menekan pasangan agar mau berhubungan seks, padahal secara medis tidak demikian.
Kapan perlu ke dokter?
Kalau rasa tidak nyaman muncul setelah terangsang tapi tidak orgasme, umumnya tidak perlu khawatir. Namun, segera periksa ke dokter jika:
- Nyeri terasa sangat hebat atau tidak kunjung hilang
- Muncul di luar konteks rangsangan seksual
- Disertai bengkak, kemerahan, atau demam
Gejala tersebut bisa menandakan kondisi lain seperti varikokel (pelebaran pembuluh darah di testis) atau torsio testis (testis terpelintir), yang perlu penanganan medis.
Bagaimana cara meredakannya?
Tidak ada pengobatan khusus untuk blue balls. Cara paling efektif tentu saja ejakulasi, baik bersama pasangan (dengan persetujuan) maupun sendiri.
Kalau itu tidak memungkinkan, beberapa cara yang bisa membantu:
- Mandi air dingin atau kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan
- Olahraga ringan agar aliran darah berpindah dari area genital
- Mengalihkan perhatian sampai rasa tidak nyaman mereda
- Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen jika perlu
Biasanya, blue balls tidak berlangsung lebih dari satu atau dua jam.
Bisa dicegah?
Blue balls sebenarnya tidak bisa dicegah sepenuhnya, karena tidak mungkin setiap kali terangsang selalu berakhir orgasme. Namun, risikonya bisa dikurangi dengan:
- Menghindari sesi berhubungan yang terlalu lama tanpa penyelesaian
- Tidak terlalu sering berhenti atau ganti posisi sebelum mencapai puncak kenikmatan
- Menghindari aktivitas seksual jika tahu waktunya tidak cukup
Hal yang tak kalah penting, komunikasi dengan pasangan soal kebutuhan dan harapan hubungan juga sangat membantu, agar tidak ada rasa frustrasi di kedua belah pihak.
Singkatnya, blue balls memang tidak nyaman, tapi bukan kondisi berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.