Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Picky Eater?

Anak susah makan/picky eater.
Sumber :
  • unsplash

VIVA Picky eater atau pilih-pilih makanan adalah salah satu masalah yang paling sering dialami orang tua terutama mereka yang memiliki balita. Padahal di masa tumbuh kembang, asupan gizi yang cukup dan seimbang sangat memengaruhi tinggi badan, daya tahan tubuh hingga kemampuan kognitif anak. Melihat permasalahan itu, penting bagi orang tua untuk menyiasatinya sehingga kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.

img_title Atasi Stunting Tak Cuma Soal Gizi, Tapi Terapkan Juga 4 Hal Ini

Lantas bagaimana menghadapi anak yang pickye eater? Pendekatan apa yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak mau makan dan tidak lagi pilih-pilih makanan? Terkait hal ini, dokter spesialis gizi klinis, dr. Juwalita  Surapsari menjelaskan bahwa pendekatan utama yang dilakukan adalah tidak boleh memaksa anak. Dijelaskannya bahwa semakin anak dipaksa semakin dia tidak mau makan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pendekatan pertama ga boleh dipaksa. Anak-anak makin dipaksa makin nggak mau. Bahkan ada yang dramatis ‘ayo dong satu lagi, nanti mama sedih’ nggak boleh kayak gitu. Jadi drama-drama seperti itu mudah-mudahan nggak dilihat anak ya. Pendekatannya kembali lagi kepada nggak boleh ada paksaan,” kata dia saat ditemui awak media di Jakarta, Kamis 12 Februari 2026.

img_title 3 Cara Atasi Anak Picky Eater Menurut Psikolog, Ternyata Gak Sulit

Selain itu, orang tua juga perlu memerhatikan aturan jam makan anak. Menurut Juwalita, orang tua sebaiknya mempertimbangkan kembali frekuensi menawarkan makanan pada anak hingga perhatikan asupan yang dimakan setelah jam makan utama.

“Kan dia lambungnya masih kecil. Jangan-jangan saat kita tawari dia makan setiap 1 jam, 2 jam itu dia sudah kenyang. Jadi ketika jam makan yang sebenarnya dia tidak ingin makan. Atau misalnya ketika jadwal makan utama, jam makan pagi jam 07.00 jam makan siang jam 12.00 terus ada snack jam 10.00 coba liat dari jam 7 ke jam 10 anak ini setelah selesai makan pagi dia ada asupan lain jangan-jangan pas papanya makan pisang dikasih dikit terus makan akhirnya dia kenyang di jam makan itu,” kata dia.

img_title World Milk Day 2025: Momen Tingkatkan Gizi Anak, Tekan Stunting di Indonesia

Selain itu, kata Juwalita, penting juga untuk memperhatikan jeda antara makan utama dan camilan. Pastikan tidak terlalu berdekatan agar anak tidak merasa terlalu kenyang dan tetap berselera saat waktu makan utama tiba.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut