Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Picky Eater?

Anak susah makan/picky eater.
Sumber :
  • unsplash

“Jadi hati-hati di dengan pengaturan jam makan. Kan anak kadang makan bisa lama cuma kita punya waktu Cuma boleh 30 menit. Kalau dia makan siang jam 12.00 berarti dia selesai makan 12.30 jangan atur snacknya jam 14,00 kedeketan dari 12.30 harusnya jam 15.00 atau 14.30,” kata dia.

img_title Cara Cegah Anemia dan Stunting di Kalangan Ibu Hamil dan Remaja Putri

Terakhir, Juwalita menekankan agar anak mengonsumsi makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Berdasarkan pengalamannya, masih ada anak berusia di atas satu tahun yang makanannya berbeda dari menu keluarga. Padahal, menurut Juwalita, makanan yang dikonsumsi anggota keluarga justru bisa terlihat lebih menarik bagi anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ketiga anak umur di atas satu tahun makannya harus dibedakan dengan makanan keluarga. Padahal sebetulnya apa yang kita makan sebetulnya akan tampak menarik juga buat dia. Jadi daripada kita bedakan seperti itu mendingan kita samakan namun mungkin teksturnya yang kita sesuaikan. Ketika dia liat role modelnya misalnya mamanya makan bareng makan yang sama, mungkin dia akan lebih senang makan,”  kata dia.

img_title Anak Lebih Pendek dari Temannya? Bisa Jadi Alami Short Stature

Tantangan Pemenuhan Gizi Anak

Tantangan pemenuhan gizi anak tidak hanya berkaitan dengan kuantitas asupan, tetapi juga kualitas serta kelengkapan nutrisinya. Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mengungkap masih banyak orang tua merasa anak sudah cukup makan. Namun, kenyang belum tentu lengkap.

img_title WHO Sebut Gegara Israel 8.000 Anak Gaza Menderita Kekurangan Gizi

"Anak membutuhkan kombinasi protein berkualitas, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, Omega-3, serta berbagai vitamin dan mineral esensial lainnya untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitifnya. Nutrisi tersebut bekerja secara sinergis, sehingga keseimbangan menjadi sangat penting. Dalam kondisi tertentu, dukungan dari asupan padat gizi seperti susu fortifikasi yang mengandung protein, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, dan Omega-3 dapat membantu melengkapi kebutuhan harian anak sebagai bagian dari pola makan seimbang,” ujar Ray.

Dalam kesempatan itu, Ray juga memaparkan hasil riset Danone Indonesia bersama Indonesia Nutrition Association (INA) menunjukkan bahwa jumlah anak yang mengkonsumsi susu terfortifikasi zat besi, delapan kali lebih banyak anak yang tercukupi kebutuhan zat besinya dan anak dengan cukup zat besi terbukti 20% lebih tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut