Saat Kardus Tak Lagi Sekadar Barang Buangan

ilustrasi kardus
Sumber :
  • Freepik/Magnific

Jakarta, VIVA – Benda-benda sederhana yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari kini semakin sering diangkat menjadi medium seni dengan makna yang lebih mendalam. Tidak sedikit seniman memanfaatkan material yang dianggap biasa untuk menghadirkan refleksi tentang kehidupan, hubungan manusia, hingga pengalaman emosional yang dekat dengan masyarakat.

img_title Kardus Bekas Jangan Dipandang Sebelah Mata, Bisa Jadi Bisnis Penghasil Cuan dengan Modal Minim

Kardus bekas misalnya, selama ini identik sebagai barang kemasan atau pelindung barang. Namun di dunia seni visual, material tersebut dapat diolah menjadi simbol tentang kerapuhan, ketahanan, dan perjalanan hidup seseorang. Dari benda yang tampak sederhana, lahir berbagai interpretasi yang mampu menggambarkan pengalaman manusia secara lebih personal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendekatan itulah yang diangkat seniman visual Faisal Darmawan melalui pameran tunggal bertajuk Cardboard Room: Small Worlds Within bersama Meiro Gallery. Pameran yang berlangsung pada 16 Mei hingga 14 Juni 2026 di Jakarta tersebut menjadi kelanjutan dari eksplorasi visual Faisal yang konsisten menggunakan elemen kardus sebagai identitas artistiknya.

img_title Mayat Perempuan Terbungkus Kardus Gegerkan Bandung, Polisi Duga Korban Pembunuhan

Dalam pameran tersebut, kardus tidak hanya hadir sebagai material visual, tetapi juga sebagai simbol kehidupan manusia yang terlihat rapuh di luar namun menyimpan banyak cerita di dalamnya. Melalui karya-karyanya, Faisal mencoba menghadirkan refleksi tentang identitas, hubungan antarmanusia, hingga proses bertahan dalam keseharian.

img_title Gudang Kardus dan Plastik di Jakbar Dilalap Api, 3 Orang Jadi Korban Luka

Salah satu elemen utama dalam pameran ini adalah figur anak berkepala kardus yang muncul dalam berbagai adegan. Figur tersebut digambarkan berinteraksi dengan hewan, tumpukan kardus, hingga benda-benda kecil di ruang keseharian. Dari situ terbentuk cerita tentang keberanian, kedekatan dengan lingkungan sekitar, dan imajinasi yang lahir dari hal-hal sederhana.

“Bagi saya, kardus itu sederhana, tapi justru di situ kekuatannya. Rapuh di luar, tapi bisa menyimpan banyak hal di dalamnya,” ujar Faisal Darmawan di Jakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggunaan visual kardus dalam karya Faisal ternyata berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai perantau. Ia menceritakan ide tersebut muncul ketika dirinya berpindah dari Makassar menuju Solo dan melihat banyak perantau menggunakan kardus dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya menggunakan kardus itu semenjak pertama kali saya menginjakkan kaki ke Solo. Saat di ferry, saya melihat banyak orang-orang yang sedang merantau,” kata Faisal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut