Pekerja Seks Dilindungi, Pengguna Dibui
- REUTERS/Christian Hartmann
![]()
"Laporan ini memperlihatkan bagaimana UU telah sangat berkontribusi," kata Steinar Stroem. Profesor dari Universitas Oslo itu menyebut kriminalisasi terhadap pengguna PSK berhasil mengurangi permintaan dan praktik prostitusi di Norwegia. "Seperti yang diinginkan," katanya.
Namun sebagian besar tetangga-tetangga Swedia masih menempuh cara lain untuk mengatasi problem prostitusi ini.
Prostitusi Dilegalkan
Negara di selatan Swedia, Jerman, justru memilih melegalkan prostitusi atau industri seks. Tahun 2002, pemerintahan liberal Partai Sosial Demokrat berhasil meloloskan undang-undang yang melegalkan prostitusi.
Hanya butuh waktu beberapa tahun kemudian, terjadi ledakan industri seks di Jerman. Jerman menjelma jadi negara tujuan utama wisata seks di Eropa. Rumah-rumah bordil mewah menjadi pemandangan sangat umum. Sebut saja nama seperti Pascha, rumah bordil bertingkat 12 di Cologne, yang tak ubahnya seperti supermarket seks.
Di kota kecil seperti Saarbrucken, populasi sekitar 180.000 jiwa, sedikitnya terdapat 100 rumah bordil. Tidak hanya rumah-rumah bordil yang berjamuran. Ada juga bilik-bilik seks yang bebas dikunjungi saat makan siang. PSK bahkan bisa dipesan dengan aplikasi lewat ponsel. Ada pula lelang keperawanan di Internet.
Amos Roberts dalam artikelnya di laman news.com.au, Juni 2014, menyebut industri seks di Jerman bernilai $20 miliar atau Rp260 triliun per tahun. Tidak kurang dari 1,5 juta pria di Jerman menggunakan jasa PSK setiap hari. Pria bisa sekadar mencuci mata atau melakukan seks tanpa batas dengan wanita sebanyak apapun, cukup hanya membayar satu tarif sebesar 99 euro di rumah bordil di Berlin.
Jelas, "Bukan itu yang ada di pikiran Kanselir Gerhard Schroder, saat dia merayakan produk UU liberal barunya (yang melegalkan industri seks di tahun 2002)," tulis Nisha Lilia Diu, dalam artikelnya di laman Telegraph, Januari 2015.
Saat itu, pemerintahan Schroder justru berharap UU itu jalan perbaikan kondisi kerja bagi para wanita PSK. PSK bisa memiliki kontrak pekerja, asuransi kesehatan dan dana pensiun. Faktanya, kini situasi perlindungan PSK memburuk.
Diperkirakan ada sedikitnya 400.000 PSK di Jerman. Angka yang besar ini membuat persaingan sangat ketat; harga jasa pun jatuh. Saat ini biaya PSK adalah 50 euro dan terus menjadi semakin murah. "Jerman gagal melakukan eksperimen," ucap Nisha.
Legalisasi industri seks, menjadikan batasan antara pengelola PSK yang legal dengan aksi eksploitasi wanita menjadi kabur. Upaya menghentikan perdagangan atau penyelundupan wanita juga semakin sulit.
Pakar hukum Jerman Guntram Knop yang dikutip Nisha, menyebut baik rumah bordil maupun PSK tidak menginginkan kontrak kerja, karena tidak ingin terikat pada biaya untuk asuransi dan dana pensiun. "Asuransi kesehatan dan dana pensiun, tidak bermanfaat bagi wanita yang datang ke Jerman hanya untuk beberapa pekan, tanpa ada tempat tinggal permanen di Jerman," kata Knop.
Pergerakan bebas warga yang tergabung dalam Uni Eropa membuat Jerman menjadi "surga" bagi PSK dari negara-negara Eropa lainnya. Mereka umumnya datang dari belasan negara-negara Eropa Timur yang bergabung dengan Uni Eropa sejak 2004. Sebagai warga Uni Eropa, mereka bebas berkunjung atau tinggal di Jerman, tanpa perlu menjadi warga negara Jerman. Tidak bisa dihindari, perdagangan manusia untuk dijadikan PSK semakin menjadi-jadi.