Pekerja Seks Dilindungi, Pengguna Dibui
- REUTERS/Christian Hartmann
Kini, sebagian orang Jerman pun melirik ke utara, Model Nordik yang telah diterapkan Swedia. Petisi dan demonstrasi mendesak pengguna jasa seks dan muncikari dipidanakan merebak.
![]()
Model Nordik Juga Diragukan
Namun, Model Nordik bukan tanpa cela. Seorang mantan PSK yang kini menjadi penulis, Melissa Gira Grant, meragukan model Nordik. Menurutnya, strategi itu bagai cerita fiksi, karena hanya mengkriminalisasi satu bagian dari transaksi.
"Model itu membuat PSK dalam posisi limbung. Bagaimana mungkin PSK melapor pada otoritas, jika itu berarti membuat satu-satunya sumber pemasukan mereka dalam risiko," kata Melissa.
Dia menyarankan sistem yang berlaku di Inggris yang disebut sebagai "model Merseyside". Penjual dan pembeli jasa seks diizinkan, namun aktivitas di luar itu akan menjadi pidana karena akan dikategorikan sebagai kekerasan atau perdagangan manusia.
Model itu membuat para PSK dapat bekerjasama dengan polisi, untuk menemukan dan menangkap muncikari yang melakukan pemaksaan dengan kekerasan, mengeksploitasi PSK, serta perdagangan wanita.
Pada 2014, Inggris membongkar jaringan perdagangan wanita, yang dijalankan oleh kelompok orang-orang Rumania di London. Hukuman berat dijatuhkan, setara dengan perdagangan kokain.
Kubu Liberal yang berkuasa di Norwegia juga mengritik Model Nordik. Mereka ingin melonggarkan aturan ini. Kubu Liberal berargumen larangan menggunakan PSK tidak membantu menghilangkan prostitusi, sebaliknya menyebabkan aktivitas ilegal. Pengguna PSK tetap ada dan kini dilakukan secara rahasia. "Saya harap pemerintah berani mencabut larangan," kata wakil Liberal, Sveinung Rotevatn.
Peneliti sosial May-Len Skilbrei yang dikutip laman Nordic Page, Januari 2014, mengatakan model Nordic tidak berjalan dengan baik di Norwegia, karena pendekatan berbeda yang diterapkan polisi. "Di Bergen (Swedia—red), polisi berperan aktif mengidentifikasi korban, sementara di Oslo mereka hanya duduk dan menunggu. Ini yang menyebabkan hasil berbeda pada kedua kota," kata Skilbrei.
Lalu apa yang membuat Swedia berhasil, sementara Norwegia tidak?
"Hal yang luar biasa adalah, strategi Swedia tidak rumit sama sekali. Bahkan sangat sederhana, sehingga dengan cepat memicu pertanyaan, mengapa belum ada yang berusaha melakukan sebelumnya," kata Marie De Santis dari Women's Justice Center menulis di laman esnoticia.co.