Pekerja Seks Dilindungi, Pengguna Dibui
- REUTERS/Christian Hartmann
Swedia menyediakan skema dana sosial yang komprehensif untuk membantu wanita yang ingin berhenti menjadi PSK. Swedia memperlakukan PSK sebagai korban yang membutuhkan bantuan. Publik Swedia juga dididik memahami bahwa membeli jasa seks adalah pelanggaran hak asasi manusia.
Memang keberhasilan Swedia ini tidak terjadi dalam hitungan bulan, tapi tahunan. Awal-awal UU disahkan tahun 1999, polisi hanya menangkap sedikit pengguna PSK di Swedia. Tidak putus asa, Swedia segera mengidentifikasi persoalan dan memecahkannya, yaitu bahwa penegak hukum tidak bekerja semestinya. Polisi diberi pelatihan dan perubahan orientasi agar turut menerima paradigma, bahwa prostitusi adalah bentuk kekerasan pria terhadap wanita.
Pemerintah Swedia menggelontorkan dana dalam jumlah besar, untuk pendidikan yang intensif bagi polisi, penuntut dan publik. Setelah beberapa tahun, negara itu dengan cepat memperoleh hasil yang diharapkan.
Perubahan paradigma adalah salah satu bagian tersulit. Swedia telah lama mengkriminalisasi kekerasan terhadap wanita, termasuk dalam pernikahan. Itu yang membuat beberapa negara terutama yang masih didominasi paham laki-laki lebih superior daripada perempuan, sulit meniru kesuksesan Swedia.
Bagaimana dengan Indonesia? [aba]