Apkomindo: Hari Gini Cari Handphone ke Roxy, Ngapain?

Suasana Indocomtech 2018 di Jakarta Convention Center.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Novina Putri Bestari

VIVA – Keberadaan e-commerce tak bisa dipungkiri berpengaruh terhadap nasib toko offline atau tradisional yang menjual barang-barang elektronik. Sebut saja Roxy, Mangga Dua, dan Ratu Plaza.

img_title Ekspansi ke Thailand, AHA Commerce Bawa Model Pengelolaan E-Commerce RI ke Pasar Asia Tenggara

"Online tanpa marketing, tanpa toko. Cuma punya gudang saja bisa maju. Sekarang sudah beda pola bisnisnya. Mau tidak mau, mereka harus migrasi ke bisnis yang baru," kata Direktur Telekomunikasi Pengendalian Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Firmansyah Lubis, di acara Indocomtech 2018, Jakarta Convention Center, Rabu, 31 Oktober 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mencontohkan hal yang sama juga terjadi di sektor transportasi. Online menjadi cara mereka untuk tetap bertahan. Selain itu transportasi online memberikan banyak kemudahan, seperti harga dan mitra pengemudi atau driver juga lebih jelas.

img_title Penerapan Pajak E-Commerce Berpeluang Kembali Ditunda, Purbaya Ungkap Alasannya

Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia atau Apkomindo, Rudi Muliadi, mengatakan hal yang sama. Menurutnya ada pergeseran seseorang berjualan produk, khususnya elektronik. Pemegang merek lebih diuntungkan dengan perubahan ini karena mereka bisa langsung menjual ke end-user atau konsumen.

"Makanya, sekarang orang cari barang sudah enggak lagi ke Jakarta. Hari gini cari handphone ke Roxy, atau cari netbook ke Mangga Dua. Ngapain?" ungkap Rudi. Itulah sebabnya efek bagi penjual di bagian tengah tersebut sangat terasa, yaitu membuat toko elektronik di Mangga Dua, Roxy, serta Ratu Palza banyak yang kosong.

img_title Pajak E-Commerce Ditunda, DJP Buka Suara soal Pedagang yang Terlanjur Bayar

Rudi pun mendorong pemain di toko offline harus secepatnya berpindah ke online. Ia lalu mencontohkan Alibaba dan Bhinneka yang dikenal sebagai penjualan online juga punya offline store sendiri, bahkan hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, Rudi mengaku tidak melulu harus ikut pindah. Menurutnya bila penjual tahu hal unik yang bisa dijual oleh mereka maka hal itu juga harus dibangun.

"Seperti, 'ah, saya mau lihat dulu fisik barangnya. Atau, saya mau jalan-jalan ke Mangga Dua'. Yang kaya gini-gini enggak mungkin enggak ada. Jadi, toko itu hilang habis semua enggak mungkin," tegas Rudi.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman

Menteri Maman: Implementasi Diskon 50 Persen Biaya E-Commerce Bagi UMK Tunggu Jadwal Integrasi

Maman mengatakan, implementasi diskon 50 persen biaya layanan e-commerce bagi usaha mikro dan kecil (UMK) yang menjual produk dalam negeri, telah mencapai 95 persen.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut