Paramedis Inggris Bisa Beraksi seperti Iron Man

Uji coba jetpack untuk paramedis
Sumber :
  • Daily Mail

VIVA – Paramedis Ambulans Udara yang menggunakan pakaian bertenaga roket, siap merawat orang yang sakit layaknya karakter Iron Man. Pakaian canggih itu telah lolos uji terbang, dan rencananya akan memantau para pelancong yang membutuhkan pertolongan medis di kawasan pegunungan.

img_title Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang, Sasar Masyarakat di Daerah Terpencil

Pakaian terbang yang dikembangkan oleh Richard Browning tersebut ditempatkan di Langdale Pike, Inggris di mana ia terbang di atas medan yang sulit pada ketinggian hingga 20 kaki untuk mencari sekelompok pelancong yang butuh bantuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai bagian dari uji coba, 'helikopter' ambulans ini mampu mencapai puncak Gunung Helvellyn setinggi 3.117 kaki dalam waktu kurang dari delapan menit, sementara helikopter biasa membutuhkan waktu tiga kali lebih lama dan seorang paramedis yang berjalan kaki akan memakan waktu setidaknya satu jam.

img_title Polri Siagakan 2 Ambulans Udara Selama Arus Mudik Lebaran 2025

Great North Air Ambulance Service (GNAAS) telah berdiskusi dengan Browning untuk menggunakan jetsuit selama lebih dari setahun, dan menyarankan penggunaan resmi pertama bisa dilakukan paling cepat musim panas mendatang.

Baca juga: Pengguna Google Meet Gratis Bisa Bernafas Lega

img_title Tentara Israel Menyamar Paramedis dan Pakai Ambulans Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat

Setelan itu dijual seharga £340 ribu atau setara Rp6,5 miliar. Tetapi, Browning dan perusahaannya Gravity mengatakan sedang mempertimbangkan pengaturan sewa dengan layanan darurat yang membutuhkannya.

Director of Operations GNAAS, Andy Mawson, mengatakan manfaat terbesar yang didapat dari jetpack itu adalah kecepatan, karena mereka akan memungkinkan penanggap pertama untuk mencapai orang yang terluka, atau menemukan kelompok yang hilang, lebih cepat daripada metode lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika idenya berhasil, paramedis terbang akan dipersenjatai dengan peralatan medis, dengan pereda nyeri yang kuat untuk pejalan kaki yang mungkin mengalami patah tulang, serta defibrilator untuk mereka yang mungkin menderita serangan jantung.

"Apa yang memakan waktu hingga satu jam untuk mencapai pasien, mungkin hanya membutuhkan beberapa menit, dan itu bisa berarti besar antara hidup dan mati," tuturnya, dikutip dari Daily Mail, Kamis 1 Oktober 2020.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menkes Sebut Ada 6 Helikopter Jadi Ambulans Udara untuk Daerah Terisolasi

Menkes menjelaskan khusus untuk ambulans udara akan dioperasikan apabila terjadi masalah-masalah gawat darurat medis atau emergency dan menjangkau daerah 3T

img_title
VIVA.co.id
20 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut