Terhindari dari PHK Massal karena Integrasi Digital

Ilustrasi integrasi digital.
Sumber :
  • INSEAD Knowledge

VIVA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki transaksi hingga 12 ribu dokumen pajak per bulan. Oleh karena itu, sebagai bagian dari efisiensi maka dilakukan integrasi digital data perpajakan.

img_title Batalkan Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, KAI Lebih Memilih Kereta Baru Buatan INKA

Integrasi tersebut merupakan konektivitas host-to-host antara platform ERP (enterprise resource planning) Wajib Pajak dengan server otoritas pajak. Dengan kata lain, sistem perpajakan KAI sudah terintegrasi secara real-time dengan server Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagai medium-sized company dengan aset Rp54,06 triliun, kami memiliki 12 ribu transaksi yang berkaitan dengan dokumen perpajakan. Ini bila dikerjakan tanpa integrasi digital akan membutuhkan banyak orang dan waktu," ungkap Corporate Deputy Director of Finance Consolidation PT KAI, Jagatsyah Aminullah, Kamis, 21 Oktober 2021.

img_title Anggaran Rp 2 Triliun Disiapkan Bangun Jalur Kereta di Bali, Waktu Pengerjaan 2 Tahun

Ia mengatakan jika KAI menggunakan aplikasi Tarra e-Faktur buatan programmer dalam negeri (TelkomPajakku) untuk melakukan integrasi digital data perpajakan. Tarra e-Faktur telah mendapat lisensi resmi dari DJP sehingga mendapatkan jalur khusus ke server DJP Kemenkeu.

Bahkan, aplikasi ini mampu membuat, mencetak, dan mengirim puluhan ribu faktur pajak secara massal dan seketika (real-time) ke server DJP Kemenkeu. "Dengan integrasi digital data perpajakan, maka transaksional penerbitan invoice ketika dicatat ke pembukuan sudah relatated (menyambung) semua dengan sistem pajak," tutur Jagatsyah.

img_title Penumpang Adu Jotos di Stasiun Duri Jakbar, KAI Buka Suara

Dengan demikian, apabila nanti ada pembuktian dan pemeriksaan, maka tim DJP akan sangat mudah melakukan pengecekan. Aplikasi web-based tersebut juga mampu memantau sekaligus memperkirakan nilai pajak untuk satu bulan ke depan.

"Kami juga mampu melakukan mitigasi faktur pajak dari semua Daop (daerah operasi) secara otomatis, hingga mampu menganalisa potensi-potensi bisnis baru dari pusat hingga di daerah," jelasnya.

Melalui integrasi digital data perpajakan, sumber daya tim pajak KAI naik level dari sekadar input-admin menjadi analis pajak. Dengan begitu, tim pajak KAI bisa menghilangkan potensi cost of compliance maupun human error.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim pajak KAI juga mampu melihat potensi bisnis dan pendapatan baru dari data yang dianalisa.

"Dengan berbagai efisiensi ini, Alhamdulillah tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di KAI, dan kami jadi lebih siap menghadapi ketidakpastian dampak risiko akibat pandemi COVID-19," papar Jagatsyah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut