Keamanan Siber Super App Jangan 'Segitu-gitu Aja'
- Indus Net Technologies
VIVA Tekno – Aplikasi super atau super app merupakan platform yang dikembangkan suatu perusahaan yang menawarkan berbagai macam layanan dalam satu aplikasi. Mulai dari transportasi, e-commerce, hingga pembayaran.
Saat ini, super app lagi gencar dikembangkan oleh perbankan dan startup atau perusahan rintisan, bahkan pemerintah Indonesia juga berencana untuk melebur sekitar 24 ribu milik pemerintah menjadi satu aplikasi super.
Namun, ada tantangan besar yang dihadapi perusahaan dalam menciptakan super app yang dapat beroperasi dengan baik dan aman untuk para penggunanya, yaitu keamanan siber dari sistem digital aplikasi super itu sendiri.
Hacker / serangan siber.
- Homeland Security Today
Direktur Utama ITSEC Asia Andri Hutama Putra mengatakan bahwa super app memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa memberikan layanan yang praktis dan efektif kepada masyarakat.
Namun, ia menekankan bahwa keamanan siber para pengguna aplikasi super nantinya harus menjadi prioritas utama.
"Namanya juga super app jadi butuh keamanan yang super pula. Karena kompleksitas pengembangan aplikasi super juga meningkatkan risiko kemanan siber di dalamnya. Banyak tantangan dalam pengelolaan risiko keamanan siber untuk super app," kata dia, dalam keterangan resminya, Senin, 21 November 2022.
Andri melanjutkan, aspek keamanan siber yang terintegrasi harus diterapkan dari awal inisiasi sampai dengan proses pengembangan serta pengoperasian aplikasi super ketika digunakan.
Berikut tantangan dan aspek pengelolaan risiko keamanan siber yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan super app:
Komprehensif dan ketat
Aplikasi super atau super app.
- UX Collective
Ada beberapa alasan mengapa aplikasi super bisa dikategorikan sebagai target memikat kejahatan siber. Salah satu alasannya terletak pada banyaknya data pribadi pengguna yang dikumpulkan dan dikelola di dalamnya.
Super app yang dapat melakukan segalanya akan membutuhkan banyak masukan data pengguna dan juga konektivitas data dengan berbagai layanan-layanan eksternal.
Pengembang aplikasi belum tentu memiliki kontrol penuh terhadap berbagai elemen layanan yang melakukan pertukaran data di dalam aplikasi.
Oleh karena itu, perlu adanya sistem keamanan komprehensif untuk menjaga data baik itu dalam fase ‘data at rest’ atau data diam tersimpan, ‘data in transit’ atau data bergerak, maupun ‘data in use’ atau data sedang dipakai.