Konsumsi Stroberi Cegah Depresi

Buah stroberi.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VIVA Tekno – Penelitian dari University of Cincinnati, Amerika Serikat (AS) yang dilakukan Robert Krikorian dan timnya menyatakan bahwa mengonsumsi satu cup stroberi setiap hari dapat mencegah penurunan kognitif dan mengurangi gejala depresi pada orang dewasa dan paruh baya yang mengalami kelebihan berat badan disertai penurunan kognitif ringan.

img_title 8 Alasan Perempuan Usia 40-an Rentan Mengalami Depresi, Bukan Sekadar soal Usia

"Karena kita tidak tahu kapan pengobatan yang efektif untuk penyakit demensia akan tersedia, pencegahan dan penanggulangan melalui diet dan mengubah gaya hidup saat ini merupakan pilihan terbaik," kata dia, dalam studi yang dipublikasikan di Journal Nutrient, Jumat, 1 Desember 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Krikorian dan tim melakukan penelitian terhadap lima orang partisipan berjenis kelamin pria dan 25 partisipan berjenis kelamin wanita untuk uji coba terkontrol secara acak. Partisipan ini lalu dibagi menjadi dua kelompok.

img_title Pihak Kampus Jenguk Mahasiswi yang Dikabarkan Depresi Usai Sidang Skripsi Batal 12 Kali

Satu kelompok diberi bubuk dari stroberi segar yang telah dikeringkan dan digiling. Sedangkan kelompok lainnya diberi bubuk plasebo yang bentuk dan rasanya identik dengan bubuk stroberi. Kedua kelompok ini boleh mengonsumsi bubuk tersebut dengan cara dilarutkan ke dalam air atau untuk campuran sarapan.

Bubuk tersebut dibagi menjadi beberapa porsi untuk dikonsumsi secara harian dengan tujuan menjaga dosis harian. Satu kantong yang berisi 13 gram bubuk stroberi mengandung 36,8 mg antosianin. Partisipan juga diminta untuk berhenti mengonsumsi buah berry, jus, dan lain-lain selama proses penelitian ini berlangsung.

img_title Jangan Anggap Sepele Kesepian, Studi Ungkap Dampaknya pada Daya Ingat Meski Bukan Penyebab Demensia

Depresi

Photo :
  • Pinkvilla

“Studi ini mempelajari kemungkinan bahwa konsumsi stroberi akan meningkatkan kemampuan kognitif dan kesehatan metabolis. Dan jika demikian, apakah ada hubungan antara peningkatan kognitif dengan penurunan gangguan metabolis,” tutur Krikorian.

Setelah 12 minggu, para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi bubuk stroberi lebih sedikit melakukan ‘kesalahan intrusi’ dalam mengerjakan tugas daftar kata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini relevan dalam identifikasi penurunan kognitif, seperti yang sering terjadi pada proses penuaan dan demensia. Partisipan yang mengonsumsi bubuk stroberi juga melaporkan tingkat gejala depresi yang lebih rendah, yang mengindikasikan peningkatan pengendalian emosional.

Para peneliti percaya bahwa hal ini disebabkan oleh sifat anti-inflamasi antosianin yang terkandung dalam stroberi. Antosianin dikenal memiliki manfaat kesehatan seperti meningkatkan metabolisme dan kognitif.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut