Hacker Juga Pakai AI

Ilustrasi hacker.
Sumber :
  • Freepik

“Peningkatan yang signifikan ini tentu dibarengi dengan ancaman yang makin kompleks, baik dari sisi metode maupun skala. Kesiapan industri dalam memperkuat keamanan transaksi digital saat ini menjadi sangat krusial,” kata Tri.

img_title Bukan Sekadar Alat Bantu, Teknologi Kini Bisa Jadi Kunci dalam Penanganan Bencana

Menurutnya, ketahanan terhadap penipuan digital kini bukan lagi sekadar isu teknologi, tetapi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang, pelaku industri mulai mengandalkan Fraud Detection System (FDS) yang mampu menganalisis aktivitas transaksi secara real-time guna mengidentifikasi pola mencurigakan sebelum menimbulkan kerugian.

img_title Apple Silicon, AMD Ryzen AI, Intel Core Ultra hingga Snapdragon X: Persaingan Prosesor Laptop Makin Menarik

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menjelaskan bahwa ancaman yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan keamanan yang dilakukan secara bersama-sama melalui pemanfaatan infrastruktur dan layanan yang terintegrasi.

“Pendekatan shared services ini memungkinkan pelaku industri mengoptimalkan investasi serta memaksimalkan efisiensi operasional. Dengan struktur yang terstandarisasi, kualitas keamanan dapat ditingkatkan, respons terhadap insiden menjadi lebih cepat, dan risiko sistemik dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya.

img_title Seleb Ikutan Tren Foto 80-an, Begini Cara Mengubah Potret Jadi Jadul, Lengkap dengan Prompt-nya!

Melalui forum bertajuk Protection in Action: Strengthening Fraud Resilience Across Ecosystem, AFTECH dan Jalin juga memperkenalkan pengalaman langsung penggunaan sistem deteksi fraud yang mampu mempelajari pola transaksi dari berbagai ekosistem pembayaran digital.

Konsep tersebut memungkinkan sistem terus belajar dari setiap aktivitas yang terjadi sehingga kemampuan mendeteksi ancaman dapat diperbarui secara berkelanjutan.

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut