Hacker Juga Pakai AI
- Freepik
“Peningkatan yang signifikan ini tentu dibarengi dengan ancaman yang makin kompleks, baik dari sisi metode maupun skala. Kesiapan industri dalam memperkuat keamanan transaksi digital saat ini menjadi sangat krusial,” kata Tri.
Menurutnya, ketahanan terhadap penipuan digital kini bukan lagi sekadar isu teknologi, tetapi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital.
Untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang, pelaku industri mulai mengandalkan Fraud Detection System (FDS) yang mampu menganalisis aktivitas transaksi secara real-time guna mengidentifikasi pola mencurigakan sebelum menimbulkan kerugian.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menjelaskan bahwa ancaman yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan keamanan yang dilakukan secara bersama-sama melalui pemanfaatan infrastruktur dan layanan yang terintegrasi.
“Pendekatan shared services ini memungkinkan pelaku industri mengoptimalkan investasi serta memaksimalkan efisiensi operasional. Dengan struktur yang terstandarisasi, kualitas keamanan dapat ditingkatkan, respons terhadap insiden menjadi lebih cepat, dan risiko sistemik dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya.
Melalui forum bertajuk Protection in Action: Strengthening Fraud Resilience Across Ecosystem, AFTECH dan Jalin juga memperkenalkan pengalaman langsung penggunaan sistem deteksi fraud yang mampu mempelajari pola transaksi dari berbagai ekosistem pembayaran digital.
Konsep tersebut memungkinkan sistem terus belajar dari setiap aktivitas yang terjadi sehingga kemampuan mendeteksi ancaman dapat diperbarui secara berkelanjutan.