Orang Ateis Lebih Cerdas dari Beragama, Benarkah?
- uniteunderfreedom.com
Cofnas mencontohkan penulis Christopher Hitchens berpikir bahwa komunisme adalah agama, atau gerakan sekuler seperti veganisme. Menurutnya, gerakan keagamaaan dan nonreligius bergantung pada iman yang mengidentifikasi dengan komunitas yang sepaham dan fanatik.
"Saya pikir itu menyesatkan untuk menggunakan istilah 'agama' sebagai dalih untuk apapun yang tidak Anda sukai," kata Cofnas. Lalu, adakah kaitan antara naluri dan stres?
Dutton menekankan bahwa orang cenderung beralih ke agama ketika mengalami masa-masa sulit, seperti misalnya menghadapi kematian. Sebab, naluri mereka menganggap agama sebagai pemecah masalah (problem solving) yang lebih baik.
Ia juga berpendapat bahwa kecerdasan membantu orang naik di atas naluri ini selama masa stres. "Jika agama benar-benar sebuah domain yang berkembang - sebuah naluri - maka akan semakin tinggi pada saat stres. Orang cenderung bertindak secara naluriah, dan ada bukti jelas untuk ini," kata Dutton. (ase)