Orang Ateis Lebih Cerdas dari Beragama, Benarkah?

Ilustrasi otak/pikiran.
Sumber :
  • uniteunderfreedom.com

Cofnas mencontohkan penulis Christopher Hitchens berpikir bahwa komunisme adalah agama, atau gerakan sekuler seperti veganisme. Menurutnya, gerakan keagamaaan dan nonreligius bergantung pada iman yang mengidentifikasi dengan komunitas yang sepaham dan fanatik.

img_title Bertemu Jusuf Kalla, PGI Tekankan Peran Agama Jadi Agen Perdamaian

"Saya pikir itu menyesatkan untuk menggunakan istilah 'agama' sebagai dalih untuk apapun yang tidak Anda sukai," kata Cofnas. Lalu, adakah kaitan antara naluri dan stres?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dutton menekankan bahwa orang cenderung beralih ke agama ketika mengalami masa-masa sulit, seperti misalnya menghadapi kematian. Sebab, naluri mereka menganggap agama sebagai pemecah masalah (problem solving) yang lebih baik.

img_title Kiai 70 Tahun Dianiaya di Tasikmalaya, Pelaku Anggota Ormas Menyerahkan Diri!

Ia juga berpendapat bahwa kecerdasan membantu orang naik di atas naluri ini selama masa stres. "Jika agama benar-benar sebuah domain yang berkembang - sebuah naluri - maka akan semakin tinggi pada saat stres. Orang cenderung bertindak secara naluriah, dan ada bukti jelas untuk ini," kata Dutton. (ase)

Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Said Abdullah sebut MSCI Bukan Lembaga Agama: Pengurusnya Bukan Nabi!

Usai MSCI menilai pasar saham Indonesia berpotensi turun kelas dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Sontak, hal itu membuat Said Abdullah berkomentar

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut