Kondom, Seks Bebas dan Simbol Ketidaksetiaan

Ilustrasi kondom/alat kontrasepsi.
Sumber :
  • Pixabay/Anqa

"Pasar kondom dari 2017 ke 2018 peningkatan hanya 2,7 persen," kata Pierre, lebih lanjut mengatakan,"Sangat kecil compare to populasi Indonesia."

img_title MUI: Atasi Kemiskinan Bukan dengan Memandulkan, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja

Sementara untuk daerah yang paling tinggi menggunakan kondom, Pierre lebih menjelaskan hal itu tergantung pada jumlah populasi saja. Seperti daerah Jawa dan Bali yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak dibanding wilayah lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ngikutin yang besar, di mana populasi besar, contohnya kalau enggak salah Jawa Bali mewakili 66 persen populasi Indonesia, penjualan kondom juga sama sekitar 60 persen ada di Jawa Bali."

img_title Respons Gus Ipul Soal Usulan Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos: Kita Pelajari, Idenya Baik

Sementara Papua, meski populasinya tidak sebanyak di Jawa dan Bali, jumlah penggunaan kondom bisa dibilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan jumlah populasinya.

"Lumayan tinggi, karena kesadaran di Papua cukup tinggi. Banyak sekali program masuk di sana, jadi awareness mereka lama-lama meningkat," kata Pierre yang berharap tahun depan bisa mencapai target penjualan 5 persen.

img_title Dedi Mulyadi Akan Beri Insentif Rp500 Ribu bagi Para Suami yang Ikut Vasektomi

Untuk mencapai harapan tersebut, DKT Indonesia terus berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat perlindungan ganda yang diberikan kondom.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita berhasil (meningkatkan kesadaran), berarti bisa menutup penyebaran HIV/AIDS di Indonesia dan infeksi menular seksual lainnya tentu saja, itu yang jadi misi utama kita."

Kondom sejak pertama kali masuk di Indonesia tahun 1970an yang dibawa oleh BKKBN, hingga saat ini masih kental dengan stigma negatif. Dianggap sebagai bukti ketidaksetiaan atau berbuat nakal dengan pasangan atau pacar. Padahal bukan masalah itu, seharusnya masyarakat mulai sadar betul pentingnya kondom sebagai dual protection,  sebagai alat kontrasepsi dan juga pelindung dari tertular HIV/AIDS, jadi apa sulitnya melakukan pencegahan, terlebih dengan banyaknya pilihan jenis kondom di pasaran, hubungan seksual bisa dilakukan tanpa perlu waswas tertular penyakit dan tanpa harus meninggalkan kenyamanan dan kesenangan.

Ilustrasi Vasektomi

Mengenal Vasektomi Pada Pria, Benarkah Bikin Gak Bisa Ejakulasi dan Punya Anak?

Vasektomi pada pria kerap dianggap sebagai prosedur yang membuat seorang pria tidak bisa memiliki anak selamanya. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut