Manfaat Saling Memaafkan di Hari Raya bagi Kesehatan

Ilustrasi bersalaman.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Idul Fitri sudah di depan mata, pada momen ini berkumpul bersama keluarga menjadi kewajiban. Pada saat berkumpul bersama keluarga inilah sering dijadikan momen untuk saling bermaafan. Bermaaf-maafan mungkin terdengar biasa dan umum dilakukan oleh setiap orang. Tapi siapa sangka, saling bermaafan juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

img_title Catat, Ini Jadwal Penjualan Tiket Kereta Api Periode Idul Fitri 2022

Dalam program Ayo Hidup Sehat di tvOne, dokter spesialis kejiwaan, dr Iman Firmansyah, SpKJ menyebut saling memaafkan dapat menurunkan stres.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Memang memaafkan sulit, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan memaafkan bisa menenangkan diri karena ada oksitosin dan kortisol, hormon ini berkaitan tapi punya efek berbeda. Makin banyak hormon stres kortisol, akan membuat masalah di badan dan sulit memaafkan bisa meningkatkan stres,” kata dia dalam program AHS, Senin, 3 Juni 2019.

img_title Kemenkes Yakin Omicron Siluman Tak Bikin Lonjakan Kasus Jelang Lebaran

Bukan hanya itu, bermaaf-maafan juga bermanfaat bukan hanya kepada mereka yang meminta maaf tetapi juga yang memberi maaf.

“Berguna baik memberi dan menerima maaf. Memang sulit memberi dan menerima maaf, tapi jika sulit akan ada dendam biasanya ada pikiran orang lain punya masalah seperti dirinya timbul stres kecemasan dan ketakutan bertumpuk akan jadi masalah di kemudian hari,” jelas dia.

img_title Waskita: Perbaikan 2 Ruas Tol Trans Sumatera Rampung Sebelum Lebaran

Selain itu, memaafkan juga diketahui cenderung bisa memperpanjang usia seseorang. Hal ini lantaran, hormon stres (kortisol) berkurang. Jika memaafkan, memberikan maaf hormon oksitoksin (bahagia) keluar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dua hormon ini penting, perlu keseimbangan hasilkan instres. Dengan keseimbangan hormon baik, kalau kortisol banyak dibanding oksitosin kematian sel kromosom DNA mati,” kata dia.

Selain itu, dengan memaafkan juga bisa menurunkan berat badan secara tidak langsung. Hal ini dijelaskan dr. Imam lantaran, orang yang sulit memaafkan akan menimbulkan dendam dalam diri. Ini akan berpengaruh pada gaya hidup yang tidak sehat. Umumnya mereka akan makan apa saja, atau minum alkohol untuk hilangkan stres, hal ini yang bisa menimbulkan kenaikan berat badan. (mus)

Pemudik. Foto: dokumen pribadi

Mudik di Desa Penari

Mudik dan urbanisasi menjadi bagian dari rangkaian lebaran. Keduanya mempunyai dampak yang tak terelakan.

img_title
VIVA.co.id
8 Mei 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut