Resmi Dilarang, Ini Risiko Jika Masih Pakai Masker Scuba

masker scuba dan buff
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Masker menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk digunakan guna mengekang penularan virus corona atau COVID-19. Namun, tak sembarangan masker yang bisa dipakai. 

Fakta-fakta Doni Monardo Pernah Jadi Ketua Satgas COVID-19

Belakangan, pemerintah melarang penggunaan masker scuba dan buff, karena dianggap tidak efektif untuk menangkal virus corona.

Lewat bincang-bincang, VIVATALK bertajuk Jangan Lupa 3M, Jangan Takut ke Dokter Saat Pandemi, polemik soal penggunaan masker scuba turut dibahas.

Kursus Senyum Dibuka, Biayanya Rp800 Ribu per Jam

Dokter, ahli bedah dan urologi, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Sp.U(K), membenarkan perihal ketidakefektifan masker scuba dalam melawan virus. Bahkan, ia tidak menganjurkannya sama sekali.

Baca juga: Satpol PP DKI Tegaskan Tak Larang Penggunaan Masker Scuba

Update COVID-19 Nasional 10 Februari 2023: Sembuh Tambah 275, Positif 239 Orang

"Masker scuba memang sudah tidak kita anjurkan sama sekali," ujar Profesor Akmal di YouTube VIVA.co.id, Kamis 8 Oktober 2020.

Lebih lanjut, Akmal menjelaskan, bahan scuba memiliki pori-pori lebih besar, terlebih saat ditarik atau diregangkan, sehingga dropletnya masih bisa tembus dan lebih mudah terbang. Maka dari itu, Akmal melarang untuk menggunakannya lagi.

"Jadi, jangan dipakai lagi masker seperti itu. Kalau saya menganjurkan buang aja, karena saya gak tahu apakah kalau dilapisi tisu dan sebagainya, seperti apa konsistensinya. Kalau pake itu akan cepat lepas dan sebagainya, kita gak tahu semua tuh. Saya gak berani kasih advice apa-apa tanpa ada penelitian yang membuktikan itu bisa menolong," kata dia.

Agar lebih aman, Akmal menyarankan untuk menggunakan masker kain tiga lapis.

“Kain seperti itu akan lebih bagus. Yang efektif tiga lapis, jangan scuba yang stretch seperti itu. Cara pakainya yang betul, sebenarnya itu udah cukup. Kita gak usah terlalu khawatir dengan itu, karena dengan tiga lapis itu sudah dibuktikan memang itu bagus," tutup Profesor Akmal Taher.

Jumlah pasien COVID-19 hingga saat ini masih tinggi, maka selalu jangan lupakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan.

#IngatPesanIbu #CegahCovid19 #MemakaiMasker #MenjagaJarak #MencuciTanganDenganSabun

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya