Alasan Air Kelapa Banyak Dicari untuk Hadapi Pandemi
- Pixabay
VIVA – Belakangan, air kelapa banyak diburu karena manfaat sehatnya untuk tubuh. Apalagi di masa pandemi di mana orang-orang mencari berbagai alternatif meningkatkan daya tahan tubuh.
Air kelapa memang diketahui memiliki banyak sekali kandungan bermanfaat yang baik untuk tubuh. Termasuk, mineral yang sebagian besar tak cukup didapat orang-orang dari makanan yang dikonsumsi. Meski begitu, benarkah air kelapa berkhasiat untuk daya tahan tubuh?
Menurut pakar farmakologi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, MSc, khasiat utama air kelapa adalah mengatasi dehidrasi atau kekurangan cairan di dalam tubuh. Tubuh yang kekurangan cairan akan menimbulkan masalah pada reaksi-reaksi kimia di semua sistem tubuh, termasuk sistem imun.
"Rasanya yang lezat dan menyegarkan, membuat air kelapa mudah diminum orang yang sedang sakit, otomatis cairan tubuhnya kembali dan mendorong pemulihannya. Hal ini mungkin yang menyebabkan orang menghubungkan air kelapa dengan kekebalan tubuh,” ungkap Prof. Tuti.
Di dalam tubuh, air kelapa dan cairan tubuh lainnya menjadi bagian dari darah yang berfungsi membawa oksigen ke sel-sel tubuh, yang diperlukan sistem kekebalan dan sistem-sistem lainnya di dalam tubuh agar berfungsi dengan baik. Selain itu, cairan yang cukup di dalam tubuh juga diperlukan agar sistem dalam tubuh dapat bekerja dengan baik dalam menghilangkan racun dari tubuh.
Jadi, minum lebih banyak dapat membantu mencegah racun yang menumpuk dan berdampak negatif pada sistem tubuh termasuk sistem imun. Jika kita mengalami dehidrasi, seluruh sistem tubuh akan terganggu. Konsumsi cairan yang cukup dan tepat, termasuk air kelapa, bersama dengan nutrisi dan tidur yang cukup, merupakan komponen penting yang diperlukan oleh sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Prof. Tuti melanjutkan, banyak pengobatan tradisional yang memakai praktik air kelapa.
“Di beberapa tempat di Indonesia, yang saya tahu, ada kepercayaan untuk minum air kelapa pada saat diare. Praktik ini bisa tepat bila tujuannya memang mengganti cairan yang hilang. Lalu ada juga yang mengonsumsinya saat demam. Untuk apa? Salah satu cara menurunkan demam adalah rehidrasi atau mengembalikan cairan tubuh yang hilang," katanya.