Varian Baru Omicron Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin?

Ilustrasi COVID-19/virus corona
Ilustrasi COVID-19/virus corona
Sumber :
  • Pixabay/Tumisu

VIVA – Pada Jumat 26 November 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian B.1.1.529 yang terdeteksi di Afrika Selatan sebagai variant of concern SARS-CoV-2. Dalam rapat yang digelar di Genewa Jumat kemarin WHO juga menjelaskan, varian B.1.1.529 yang disebut Omicron itu berbahaya dan dapat menyebar dengan cepat.

Diketahui pula varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan itu menyebabkan penyakit parah atau menurunkan efektivitas vaksin atau perawatan. Omicron juga diungkapkan membawa sejumlah mutasi genetik yang memungkinkannya menyebar dengan cepat, bahkan mungkin di antara yang divaksinasi.

Ilmuwan independen setuju, Omicron memerlukan perhatian mendesak, tetapi juga diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan tingkat ancaman.

Dikutip dari laman NYPost, ahli epidemiologi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, William Hanage dan peneliti lain mengatakan bahwa vaksin kemungkinan besar akan melindungi dari Omicron, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa banyak efektivitas suntikan dapat dikurangi.

Pertama kali ditemukan

Ilustrasi COVID-19/virus corona

Ilustrasi COVID-19/virus corona

Photo :
  • pexels/Edward Jenner

Omicron pertama kali ditemukan di Botswana, di mana para peneliti di Botswana Harvard H.I.V. Laboratorium Referensi di Gaborone mengurutkan gen virus corona dari sampel uji positif. Mereka menemukan beberapa sampel dari sampel itu diketahui sekitar 50 mutasi yang tidak ditemukan dalam kombinasi seperti itu sebelumnya. Sejauh ini, enam orang dinyatakan positif Omicron di Botswana, menurut database varian internasional.