Penyakit Fisura Ani, Mengenal Lebih Dalam Penyebab dan Solusinya
- U-Report
VIVA – Fisura ani atau yang lebih dikenal dengan fisura anus merupakan suatu robekan yang terdapat pada lapisan kulit anus atau saluran anus. Salah satu tanda fisura ani atau fisur anus yaitu rasa sakit yang begitu mendalam ketika atau setelah melakukan buang air besar.
Bisa dibilang, penyakit ini dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia, tetapi paling umum terjadi pada bayi dan dewasa paruh baya. Berbicara soal firus ani atau firus anus yang tengah ramai diperbincangkan di dunia jaga maya, ternyata penyakit ini bukan lah sesuatu yang serius atau bahkan mematikan.
Ilustrasi sakit pinggang.
- U-Report
Hal tersebut lantaran, penanganan untuk penyakit satu ini bisa dilakukan di rumah. Hanya saja, bagi mereka yang menderita fisura anus secara terus-menerus dan tak kunjung sembuh patut untuk dikhawatirkan dan perhatikan. Salah satunya langsung melakukan perawatan medis berkala.
Mengenal Fisura Ani/Fisura Anus
Fisura ani
Fisura ani atau anus adalah luka kecil atau robekan pada lapisan anus. Retakan di kulit yang pada akhirnya menyebabkan rasa sakit yang parah dan beberapa orang mengalami pendarahan merah cerah selama dan setelah buang air besar.
Kadang-kadang, celah bisa cukup dalam untuk mengekspos jaringan otot di bawahnya.
Di mana saluran anus sendiri merupakan tabung pendek yang dikelilingi oleh otot di ujung rektum Anda. Rektum adalah bagian bawah usus besar Anda (usus besar).
Robekan pada lapisan anus atau saluran anus (lubang tempat tinja keluar dari tubuh)ini ternyata sangat menyakitkan dan bisa menimbulkan darah. Dalam kasus di mana fisura bertahan lebih dari 6 minggu , berarti fisura ani yang dialaminya itu dianggap kronis.
Jika fisura ani atau fisura anus tidak membaik dengan perawatan ini, Anda mungkin memerlukan pembedahan. Atau dokter Anda mungkin perlu mencari cara lain untuk bisa menyembuhkannya.
Penyebab Firus Ani / Firus Anus
Fisura ani
Fisura ani atau fisura anus paling sering terjadi saat buang air besar atau keras. Sembelit kronis atau sering diare juga dapat merobek kulit di sekitar anus Anda. Namun, tidak semua fisura ani atau fisura anus itu merupakan tanda diet rendah serat dan sembelit.