Mengenal Suicidal Thought Hasrat Ingin Bunuh Diri, Penyebab dan Cara Mengatasi
- Pexels
VIVA Lifestyle – Tak melulu karena stres, seseorang kerap mengalami suicidal thought? Apa itu? Menurut Mayo Clinic, suicidal thought merupakan perasaan atau pikiran untuk melakukan bunuh diri. Biasanya, seseorang dengan suicidal thought sedang menghadapi masalah sehingga mereka berpikir satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah dengan bunuh diri. Padahal, masih ada beragam cara lain yang lebih aman untuk mengatasi masalah sehingga dapat menikmati kehidupan seperti sedia kala. Suicidal thought adalah pikiran atau perencanaan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Hal ini bisa berupa rencana terperinci atau pertimbangan sekilas. Pada umumnya, suicidal thought terbagi ke dalam dua jenis, yakni ide aktif dan pasif.
Ide aktif:Â memikirkan dan memiliki niat untuk bunuh diri sehingga mengatur rencana yang rinci untuk mengakhiri hidup.
Ide pasif:Â memiliki keinginan untuk bunuh diri, tetapi tidak memiliki rencana matang untuk melakukannya.
Kebanyakan orang yang mengalami pikiran bunuh diri sedang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, depresi, hingga gangguan bipolar.
Penyebab dan faktor risiko suicidal thought
Ilustrasi bunuh diri.
Pada umumnya, suicidal thought timbul akibat masalah kesehatan mental yang dialami seseorang. Namun, sebenarnya ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab bunuh diri. Bahkan, studi terbaru dalam jurnal Molecular Psychiatry (2018) menemukan bahwa gen tertentu mungkin berperan dalam perkembangan pikiran dan perilaku bunuh diri.
Meski begitu, ide untuk bunuh diri biasanya timbul saat seseorang merasa putus asa. Pada titik ini, mereka tidak mampu lagi menghadapi suatu situasi di dalam kehidupannya. Beberapa situasi yang dapat meningkatkan risiko munculnya suicidal thought adalah sebagai berikut yang dilansir dari laman hellosehat:
- Pernah mencoba untuk bunuh diri sebelumnya.
- Kesulitan dalam kehidupan, seperti masalah keuangan, kematian orang yang dicintai, putus cinta, atau perceraian.
- Memiliki teman atau orang dekat yang meninggal karena bunuh diri.
- Memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.
- Mengalami penyakit kronis atau penyakit parah yang tidak bisa disembuhkan, seperti kanker stadium akhir.
- Kekerasan dan diskriminasi di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat kerja