Ini Mitos yang Salah Tentang Kanker Payudara

Ilustrasi kanker.
Sumber :
  • Freewallpaper
VIVA.co.id
- Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum diderita wanita dan secara keseluruhan adalah kanker yang paling umum kedua di seluruh dunia.

Catatan Kementerian Kesehatan 2014, menunjukkan bahwa kanker payudara masih merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita Indonesia.

Berdasarkan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap kanker payudara masih mencapai jumlah terbanyak, yaitu mencapai 12.014 orang, atau 28,7 persen.

Bicara kanker payudara, terdapat beberapa mitos yang kerap disalahartikan orang sebagai fakta.
Penemu Kelas Dunia RI Setop Terima Klien Terapi Kanker

Salah satu mitos yang paling umum adalah setiap benjolan yang ada di daerah payudara merupakan tanda kanker payudara. Padahal, menurut dr. Lisa Wong, Gynaecologist dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura, pernyataan di atas salah besar.
Penemu Kelas Dunia RI Berdamai dengan Kemenkes

Lisa mengatakan, benjolan di daerah payudara belum tentu menandakan seseorang akan, atau telah menderita kanker payudara.
Empat Cara Memeriksa Hadirnya Kanker Payudara

"Faktanya, 80 persen kasus benjolan di payudara wanita disebabkan oleh perubahan nonkanker dalam jaringan payudara, kista, dan berbagai kondisi kesehatan lain," ujar Lisa saat ditemui beberapa waktu lalu.

Meski begitu, ia menyarankan pada para wanita untuk selalu memeriksakan diri ke dokter, jika terjadi perubahan pada payudara mereka.

Mitos lain yang diyakini banyak orang adalah mammogram mampu menyebabkan penyebaran sel kanker. 

Lisa mengungkapkan, mammogram memang memiliki radiasi. Namun, paparan radiasinya sangat kecil, sehingga tidak akan berdampak pada kanker.

"Kekuatan radiasinya empat kali lebih kecil dari X-ray dada dan empat kali lebih kecil dari spine XR. Jadi, tidak perlu khawatir," ujar Lisa.

Ia mengingatkan, para wanita berusia 40 tahun ke atas untuk melakukan mammogram satu kali dalam setahun. 

"Penting untuk mendeteksi kanker sedini mungkin. Mammografi mampu mendeteksi perubahan dalam payudara, walaupun masih sangat dini," kata dia. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya