Waspadai Gejala Dini Kanker Kepala Leher
- Pixabay/Pexels
VIVA.co.id – Kanker kepala leher, merupakan keganasan tersering ke-9 di dunia. Tidak kurang dari 550 ribu angka kejadian baru dan 300 ribu kematian akibat kanker kepala leher terjadi setiap tahunnya.
Begitu banyak kanker berpeluang muncul di daerah kepala leher, di antaranya kanker nasofaring, kanker laring, kanker rongga mulut, kanker parotis (kelenjar air liur), kanker rongga mata, dan kanker sinonasal.
Dr. Marlinda Adham, SpTHT-KL(K)Â mengatakan, Eipstein-Barr Virus merupakan virus yang paling banyak menyebabkan kanker nasofaring dan sinonasal. Meski, virus HPV juga banyak menjadi penyebab kanker ini dan kanker orofaring, atau daerah tonsil (amandel) dan lidah, serta penyebab 30-40 persen kanker laring.
"Makanan dan rokok baik aktif maupun pasif bisa sebabkan kanker, karena mengenai saluran pernapasan," kata  Marlinda di RSCM, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.
Selain itu, penyebab lainnya adalah genetik, kebersihan rongga mulut, lingkungan, dan penggunaan obat-obatan, termasuk obat herbal. Ras, juga memiliki faktro risiko kanker kepala leher seperti kanker nasofaring yang paling banyak menyerang ras China Selatan. Begitu pula Indonesia, yang angka kejadian kanker nasofaring cukup tinggi.
Sayangnya, kata Marlinda, hingga kini belum ada penanda untuk mengetahui dini seseorang terkena kanker kepala leher. Namun, ada beberapa gejala awal yang bisa dikenali dari kanker pada kepala dan leher.
Kanker nasofaring
Kanker nasofaring tersembunyi dan sulit terlihat karena muncul di belakang hidung atau atas mulut, hingga timbul gejala barulah diketahui ada kanker bersarang. Meski demikian, gejala awal yang bisa dikenali adalah ada rasa penuh di telinga karena tumor menutup muara tuba. Telinga juga akan terasa sakit dan berdenging.
"Kemudian hidung terasa tersumbat, keluar lendir yang bercampur dengan darah. Bukan mimisan tapi ketika lendir keluar ada garis-garis merah," ujar Marlinda.
Hidung juga akan mengalami gangguan penciuman. Kemudian kanker yang sudah lanjut akan mengenai tengkorak sehingga akan menimbulkan sakit kepala hebat dan sulit menelan. Jika mengenai saraf penglihatan, bisa menyebabkan mata juling atau kelopak mata tertutup.