Daging Merah Ternyata Bisa Sebabkan Kanker

Sate daging
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id – Kurangnya pemahaman dan edukasi yang tepat mengenai penyakit kanker, membuat masyarakat masih diselimuti oleh mitos-mitos yang secara medis belum terbukti kebenarannya.

img_title Lebih dari 400 Ribu Kasus Kanker Baru di Indonesia, 70 Persen Terlambat Didiagnosis

Mitos-mitos yang beredar di antaranya, bahwa penggunaan MSG bisa menyebabkan kanker. Informasi keliru lainnya, yang juga sering disebut menyebabkan kanker, ialah ketika tanpa sengaja memakan serpihan arang pada saat membakar daging.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp PD-KHOM selaku Ketua YKI dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, menegaskan bahwa hal tersebut adalah keliru dan tidak benar. Aru menjelaskan, pemicu kanker bukanlah arang, melainkan daging merah yang dipanaskan pada suhu tertentu.

img_title Menkes Budi Gunadi: Penyakit Kanker Bisa Diobati dengan Melakukan Skrining Lebih Awal

"Daging (sapi) merah kalau dipanggang jadi arang, artinya dipanasi suhu tinggi dan menghasilkan zat kimia heterocyclic amines yang bisa memicu kanker," kata Aru kepada VIVA.co.id baru-baru ini.

Sementara itu, daging lainnya, seperti daging ayam dan ikan yang dipanaskan pada suhu tertentu, sejauh ini cukup aman dan belum terbukti memicu kanker. Dan, untuk daging merah yang dimasak dengan cara lain, seperti direbus, juga tidak ada kaitan langsung dengan kanker.

img_title Profil Shannen Doherty, Bintang Beverly Hills 90210 Meninggal Dunia Usai Melawan Kanker Payudara

"Yang perlu diperhatikan itu cara memasak, waktu dan suhu," kata Aru menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Aru kembali memperingatkan, bukan hanya daging merah saja yang bisa menjadi pemicu, daging lainnya juga bisa menjadi pemicu ketika dibuat daging olahan.

"Jadi, daging yang diolah sosis ayam, ham, pun juga berisiko (kanker)," kata dia. (asp)

Ilustrasi kanker payudara. (Unsplash.com/Angiola Harry)

Dokter Ungkap Upaya Menurunkan Stadium Kanker dan Meningkatkan Harapan Hidup Pasien di Indonesia

Upaya menurunkan stadium kanker dan meningkatkan harapan hidup pasien dilakukan lewat deteksi dini, navigasi pasien, riset klinis, dan penguatan ekosistem onkologi.

img_title
VIVA.co.id
13 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut