Sejarah Nasi Kuning Beserta Resep dalam Berbagai Versi

Nasi kuning
Sumber :
  • Cookpad/Milanike

VIVA – Nasi kuning memang merupakan salah satu makanan khas nusantara yang populer di Indonesia. Biasanya nasi kuning ini memang menjadi sajian khas dalam upacara adat atau acara-acara tertentu, namun juga biasanya menjadi makanan sehari-hari yang dijual dan bisa dimakan tanpa adanya suatu perayaan tertentu. Jadi, tanpa adanya perayaan apapun kamu juga tetap bisa menyantapnya seperti saat di pagi hari untuk sarapan karena biasanya cukup banyak yang menjualnya di pagi hari. 

img_title DPR Desak Segera Terapkan Label Nutri-Level di Minuman dan Pangan Olahan

Kamu bisa menjumpai nasi kuning di seluruh Indonesia, terutama di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, Banjar, Manado dan juga Bali. Tetapi tahukah kamu mengapa namanya disebut sebagai nasi kuning? Bagaimana awal mulanya bisa disebut sebagai nasi kuning? Nah, berikut ini akan dijelaskan sejarah singkat beserta dengan resepnya dalam berbagai versi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejarah nasi kuning

img_title 8 dari 10 Anak Indonesia Kurang Asupan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Nasi kuning.

Photo :
  • www.pinterest.com

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui asal-usul nasi yang berwarna kuning ini meskipun telah dikenal secara luas. Berdasarkan sejarahnya, nasi kuning adalah makanan yang berasal dari daerah Jawa, tepatnya saat munculnya kerajaan Hindu. Ternyata nasi yang menjadi simbolis ini memiliki arti khusus dibalik warna yang dipilih. Menghimpun dari berbagai sumber, nasi kuning dimaknai sebagai sebuah ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala nikmat yang telah diberikan dalam upacara adat atau acara-acara tertentu yang digelar tersebut. 

img_title Tak Ada Toleransi, Zulhas Tegaskan Petugas MBG Tak Bertanggung Jawab Bakal Dipecat

Selanjutnya kita akan membahas tentang sejarah warna yang dipilih yakni warna kuning. Warna kuning yang dipilih pada nasi ini menurut kepercayaan Jawa sendiri diartikan seperti emas yang dimana melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Dari situlah asal mula nama nasi kuning diberikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hadirnya nasi kuning diketahui karena umat Hindu yang menghidangkannya sebagai rasa terima kasih dan permohonan kepada dewa-dewi agar dijauhkan dari marabahaya. Sementara itu, nasi ini juga diartikan sebagai bentuk syukur kepada Yang Maha Esa oleh kerajaan Islam yang berdiri di wilayah tanah Jawa. 

Sampai sekarang nasi kuning masih tetap eksis di seluruh wilayah Indonesia baik itu dalam acara-acara tertentu atau upacara adat maupun sebagai makanan sehari-hari yang dijual. Biasanya nasi ini akan disajikan dengan dengan tambahan lauk untuk melengkapinya seperti bihun goreng, tempe orek, kentang balado, telor balado, ayam goreng dan lain sebagainya yang sesuai dengan selera. Tergantung dengan setiap orang atau setiap daerah masing-masing yang membuatnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut