Agar Tak Cekak Usai Lebaran
- Pixabay/stevepb
Supaya tak terlanjur 'sengsara' sebelum mengalokasikan pengeluaran, lebih baik melakukan budgeting. Untuk memudahkan agar tidak sembarang mengambil pos gaji, semua pengeluaran Lebaran bisa dimasukkan ke amplop sesuai dengan pos-posnya. Jadi, Anda hanya akan mengambil dana dari amplop tersebut bukan dari rekening gaji.
Saran serupa juga diungkapkan pakar keuangan Tejasari CFP dari Tatadana Consulting, sebaiknya gaji hanya digunakan untuk pengeluaran bulanan rutin. Seperti tabungan, bayar cicilan utang, pengeluaran rutin seperti transportasi, konsumsi, dan pengeluaran pribadi lainnya.
Sementara untuk pengeluaran seperti konsumsi dan transportasi yang pemakaiannya masih akan digunakan hingga akhir bulan, perlu disisihkan agar tidak habis sebelum waktunya. Komposisi yang umum untuk pengeluaran bulanan adalah, tabungan 10 persen, cicilan utang maksimal 30 persen, pengeluaran rutin 40 persen, dan pengeluaran pribadi 20 persen dari penghasilan.
Sedangkan untuk THR, pengeluarannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Misalnya membayar zakat, memberikan THR pada orang yang dipekerjakan, sedekah, kue dan baju lebaran serta biaya mudik hingga bujet untuk buka puasa bersama.
"Cobalah membuat perhitungan di awal berapa saja bujet yang kita butuhkan untuk masing-masing pengeluaran. Tentu saja jangan sampai pengeluaran ini melebihi THR yang kita dapatkan," kata dia.
Selanjutnya... Cara Bagi THR
Cara Bagi THR dan Kebutuhan Rutin
Sebagai penggambaran untuk mengatur pengeluaran, Farah memberikan contoh pembagian antara THR dan gaji untuk pengeluaran Lebaran dan kebutuhan sehari-hari Anda.
Mengingat tanggal 25 adalah akhir pekan, maka kemungkinan para karyawan sudah menerima gaji sekitar tanggal 24 atau tergantung dengan tanggal gajian masing-masing perusahaan. Dari tanggal tersebut, ada sekitar 10 hari terhitung dari tanggal gajian hingga selesai Lebaran hari kedua. Selama 10 hari tersebut, lakukanlah pengeluaran seperti di bulan-bulan sebelumnya ditambah dengan THR.
"Contohnya gaji Anda Rp3,5 juta ditambah dengan THR Rp3,5 juta, totalnya Rp7 juta. Pengeluaran untuk investasi atau tabungan Rp500 ribu, pengeluaran rutin rumah tangga mingguan Rp650 ribu, dan biaya listrik, air, dan sebagainya Rp550 ribu. Total pengeluaran menjadi Rp1,7 juta. Artinya Anda masih punya sisa Rp1,8 juta untuk dua minggu setelah Lebaran,” kata Farah.