Agar Anak Jadi Pengusaha Sukses, Ajarkan 5 Hal Ini

Jiwa wirausaha pada anak bisa ditanamkan sejak usia dini
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Anda mungkin kini seorang usahawan, atau campuran wirausaha dan karyawan (setengah bisnis, setengah pekerja), atau bisa jadi murni karyawan.

img_title DSC Siapkan Dana Hibah Rp 2,5 Miliar Cetak Founders of Indonesia

Baik, apa pun latar belakang Anda sekarang, ketika Anda mengakses artikel ini, nyaris dipastikan bahwa Anda adalah orangtua yang memiliki harapan anak menjadi usahawan seperti Anda, meneruskan bisnis keluarga, atau mereka sukses mendirikan bisnis sendiri. Ya, minimal punya jiwa entrepeneur. Benar?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang motivator sekaligus CEO Extreme Youth Sport, Duane Spires, memaparkan bahwa anak usia lima tahun atau lebih, sudah seharusnya diajarkan mengenai kepemimpinan, kepercayaan diri, serta belajar untuk menjadi lebih baik. Karakter itulah yang dibutuhkan anak sebagai menjadi modal menjadi usahawan di masa depan.  

img_title Kepercayaan Dinilai Jadi Fondasi dari Ekonomi Digital, AI Bisa Tingkatkan Deteksi Fraud hingga 95 Persen

Duane Spires, seperti dikutip dari laman Inc, lantas memaparkan beberapa langkah yang bisa Anda terapkan pada anak untuk membantunya menjadi entrepeneur di masa depan.  

1. Bantu anak menetapkan goal apa yang ingin ia capai di masa depan
Ajari anak untuk memasang target pencapaiannya adalah hal yang mutlak. Tanpa goal, ibarat orang yang berjalan tak tentu arah. Jika sudah punya goal, tulis. Menurut penelitian, menuliskan goal membantu tercapainya target tersebut hingga 80 persen.

img_title Mengenal Entrepreneurship: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Tantangannya

Caranya, ajak si kecil menuliskan target hidupnya sebanyak 10 buah dan buat ia memilih satu target yang bisa memberi dampak positif di hidupnya. Lalu, buat mereka termotivasi untuk mulai melaksanakan targetnya sejak dini.

2. Bantu anak belajar mengenali peluang yang membuat langkahnya semakin maju

Banyak orang gagal karena mereka kesulitan mengetahui kesempatan yang ada. Ajak si kecil untuk memulai memahami arti kesempatan. Caranya mudah, cukup beri anak sebuah jalan cerita lengkap dengan masalah yang ada. Lalu ajak ia melakukan brainstorming untuk mencari solusinya. Ini akan memudahkannya mencapai solusi yang posìtif, dibandingkan hanya fokus pada masalah tersebut.

3. Literasi keuangan adalah wajib!

Faktor ini perlu diajarkan orangtua sejak dini. Mengajar anak-anak tentang uang pada usia dini akan menanamkan fondasi keuangan, yang sering gagal diajarkan oleh sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Caranya, biarkan si kecil memiliki kesempatan dengan menggunakan uang miliknya untuk membayar sesuatu, lalu biarkan ia mengaturnya sendiri dan mengembalikan sisa uang yang ada. Beri edukasi pada mereka untuk investasi uang miliknya dengan membeli barang yang bermanfaat di kemudian hari. Bukan benda-benda yang memiliki nilai konsumtif, ya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut