Berpikir Positif, Cara Simpel Cegah Kekerasan Anak

Ilustrasi kekerasan pada anak.
Sumber :

VIVA – Kasus kekerasan anak berujung maut yang terjadi pada bayi Callista, memberi keresahan baru di masyarakat. Sebab, penganiayaan tersebut dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri sehingga membuat bayi mungil itu kehilangan nyawa untuk selamanya.

img_title Cegah Kekerasan pada Perempuan dan Anak, Majelis Taklim Deklarasikan Siap Emban Peran Penting

Sebelumnya, kasus kekerasan anak kembali terjadi di Karawang, Jawa Barat. Bayi Callista berumur 1,5 tahun meninggal usai mendapatkan kekerasan. Pelaku tak lain adalah ibu kandungnya bernama Sinta. Diduga sang ibu tega melakukan kekerasan terhadap anaknya karena faktor ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor pemicu dari kekerasan yang dilakukan oleh sang ibu kandung, Sinta, memang masih diteliti oleh pihak yang berwenang. Meski begitu, tekanan dari permasalahan di kehidupan bisa menjadi sumber terkuat dalam memicu emosional yang berdampak pada kekerasan yang dilakukannya.

img_title Hari Anak Nasional, Sudah Amankah Anak Indonesia dari Kasus Kekerasan?

"Kalau memang ada masalah di kehidupan, harus dihadapi sesulit apapun itu. Gimana caranya biar terasa mudah dan tak tertekan? Cara paling mudah yaitu berdialog dengan orang terdekat. Bisa pasangan, tetangga, keluarga untuk cari bantuan," ujar Psikolog Anak dan Keluarga, Sani Budiantini, kepada VIVA beberapa waktu lalu.

Sani menegaskan, masalah apapun di kehidupan, harus bisa dihadapi secara positif. Hal ini bisa dilatih dengan meningkatkan ketahanan mental melalui aktivitas yang juga positif.

img_title Kasus Kekerasan pada Anak di Indonesia yang Menyayat Hati, Nomor 5 Disoroti Media Asing

"Meningkatkan ketahanan mental itu salah satunya bisa dengan hobi yang kita lakukan. Sederhana tapi di situ melatih kesabaran kita, di samping tetap berdialog dengan orang terdekat," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menata hidup dengan lebih baik, bisa berdampak dengan diri yang semakin positif. Selain itu, Sani juga menyarankan untuk kembali ke Yang Maha Kuasa jika memang masalah hidup yang dirasakan terlalu berat.

"Enggak mesti ke psikolog kalau memang budgetnya minim. Cukup dengan management atau menata diri sendiri di kehidupan, ngobrol dengan keluarga, melakukan hobi, kembali dekat ke Tuhan, semua dukungan itu bisa memacu pemikiran lebih baik dan hidup terasa ringan."

Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta

5 Fakta Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja: Anak-anak Diikat, Orangtua Diminta Lakukan Ini sebelum Menjemput

Polisi menggerebek daycare Little Aresha Yogyakarta. Terungkap 53 anak diduga jadi korban kekerasan, tanpa CCTV, hingga kesaksian bayi diikat kakinya.

img_title
VIVA.co.id
26 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut