Perkenalkan Si Kecil Cara Cuci Tangan Lewat Buku

Anak cuci tangan pakai masker
Sumber :
  • Pixabay/ huunghidt

VIVA – Mencuci tangan merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang tengah digencarkan sejak pandemi COVID-19 melanda. Sayangnya, banyak masyarakat yang tak menerapkannya pada anak sejak dini sehingga merasa sulit membantu si kecil rajin mencuci tangan.

img_title Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

Psikolog Anak dan Keluarga Samanta Elsener, M. Psi., menuturkan bahwa mengajarkan anak mencuci tangan sudah seharusnya sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Namun rupanya, cukup sulit menerapkannya secara mendadak sehingga masih banyak anak yang belum sadar untuk mencuci tangan setiap usai melakukan aktivitas. Lantas, apa sih yang bisa para moms lakukan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita perlu bangun koneksi dulu ke anak-anak. Medianya lewat buku. Ajak anak-anak juga ke luar rumah agar lebih tahu dunia luar," ujarnya dalam keterangan pers Erlangga for Kids.

img_title 6 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi yang Membuat Mereka Dihormati dan Dikagumi

Ilustrasi cuci tangan.

Photo :
  • Freepik/ededchechine

Samanta menyarankan agar dapat memberikan buku bacaan menjelang tidur di malam hari sehingga anak lebih menyerap memori. Di dalam buku, kata dia, ada waktu anak merasa lebih gembira dengan gambar yang ada sehingga timbul rasa penasaran untuk melakukannya.

img_title 5 Tips Membentuk Anak Mandiri dan Tangguh, Orang Tua Perlu Beri Ruang untuk Belajar

"Buku itu sebagai media untuk anak-anak cuci tangan. Kalau nggak ada buku, cuma bilang ayo cuci tangan, susah. Tapi agar anak lebih sadar, bacain buku," imbuhnya.

Namun tak dipungkiri bahwa si kecil lebih banyak berinteraksi dengan gadget ketimbang buku bacaan di era perkembangan digital ini. Maka, para orang tua bisa secara perlahan mengajak si kecil mulai menikmati momen bersama terlebih dahulu untuk lama kelamaan mengenalkan buku bacaan.

"Bikin koneksi sama anak. Kalau di rumah ada teras, mulai dari situ. Menikmati udara luar dulu. Lama-lama alihkan, coba tunjukkan ada burung, kupu-kupu. Jangan dipaksa. Pelan-pelan kasih umpan dulu. Ajak perhatikan sekitarnya," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cara lain yang bisa dilakukan, kata Samanta, dengan menjadikan baca buku sebagai konsekuensi. Semisal, anak terlalu lama melihat gadget maka konsekuensinya dengan mengharuskan membaca buku lebih banyak sehingga anak terbiasa.

"Bikin aktivitas bersama di rumah dengan konsekuensi. Konsekuensi ini yang membangun karakter anak. Misal anak terlalu lama lihat gadget, konsekuensinya besok tidak ada waktu main gadget dan baca buku lebih banyak," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut