Working Memory Kasusnya Meningkat pada Anak, Kenali Sebab dan Solusinya
- Freepik/bristekjegor
“Working memory disebabkan karena kurangnya asupan karbohidrat dan oksigen untuk otak, kurangnya gizi seimbang, seperti telur atau susu itu bisa dijadikan pilihan untuk sarapan. Anak dengan anemia juga dua kali berisiko alami working memory rendah. Kondisi fisik pada anak yang short stature (perawakan pendek) juga dikatakan kurang gizi kronis dan anemia kurang besi, dan terjadi pada anak umur di bawah 12 tahun,” jelasnya.
Kondisi Fisik yang Terganggu Akibat Kurang Asupan Makanan
Salah satu penyebab gangguan sementara pada working memory adalah kondisi fisik yang tidak optimal, khususnya akibat kurangnya asupan makanan. Ketika tubuh kekurangan nutrisi, terutama pada anak-anak, kemampuan otak untuk berkonsentrasi dan memproses informasi menjadi terganggu.
Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak yang datang ke sekolah tanpa sarapan cenderung memiliki masalah dalam menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh dan daya ingat yang baik.
“Nutrisi yang tidak memadai, khususnya karbohidrat, mempengaruhi otak dalam memproduksi energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi kognitif dengan optimal,” tuturnya.
Working memory juga berkaitan erat dengan fungsi kognitif dan eksekutif anak, termasuk kemampuan mereka untuk merespons dengan cepat dalam tanya jawab. Kemampuan eksekutif ini melibatkan proses mental yang membantu anak-anak merencanakan, mengatur, dan menyelesaikan tugas sehari-hari. Ketika fungsi ini terganggu, terutama di usia sekolah dasar, anak mungkin kesulitan dalam mengikuti pelajaran, menjawab pertanyaan, dan memproses informasi secara bersamaan.
Penelitian menyebutkan bahwa anak-anak dengan gangguan working memory sering mengalami masalah dalam mengerjakan tugas akademik yang lebih kompleks.
Kebutuhan Otak Akan Karbohidrat dan Oksigen
Working memory sangat dipengaruhi oleh suplai karbohidrat dan oksigen ke otak. Karbohidrat berperan sebagai sumber utama energi otak, sementara oksigen diperlukan untuk menjaga fungsi sel otak agar tetap optimal. Anak-anak yang kekurangan nutrisi yang tepat seringkali mengalami penurunan performa akademik dan kesulitan dalam memproses informasi.
“Kekurangan asupan karbohidrat dan oksigen juga bisa menyebabkan gangguan daya ingat jangka pendek, yang merupakan bagian penting dari working memory. Oleh karena itu, memastikan bahwa kebutuhan nutrisi otak terpenuhi merupakan langkah penting dalam menjaga working memory tetap berfungsi dengan baik,” papar Prof Nila.