Working Memory Kasusnya Meningkat pada Anak, Kenali Sebab dan Solusinya
- Freepik/bristekjegor
Rentan Terjadi Pada Anak di Bawah 12 Tahun
Anak-anak di bawah usia 12 tahun adalah kelompok yang paling rentan mengalami gangguan working memory. Pada usia ini, otak mereka masih dalam tahap perkembangan, dan berbagai faktor seperti kurangnya nutrisi, kurang tidur, atau stres, dapat menyebabkan gangguan fungsi kognitif.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perkembangan otak anak-anak di usia ini sangat dipengaruhi oleh pola makan yang sehat, aktivitas fisik, dan lingkungan yang mendukung pembelajaran.
Gangguan working memory pada anak-anak memerlukan intervensi cepat untuk mencegah dampak jangka panjang, seperti kesulitan belajar dan penurunan prestasi akademik. Dukungan dari pemerintah melalui program intervensi dini di bidang pendidikan dan kesehatan sangatlah penting.
Dengan memahami penyebab-penyebab ini, langkah-langkah pencegahan dan solusi dapat diterapkan untuk membantu anak-anak Indonesia mencapai potensi terbaiknya dalam hal akademik dan kognitif.
Bagaimana Meningkatkan Working Memory?
"Working memory bisa ditingkatkan dengan tersedianya karbohidrat dan oksigen untuk otak, serta terpenuhinya gizi," ungkap Prof Nila.
“Untuk itu, penting bagi anak-anak untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi yang mendukung kinerja otak. Salah satu cara untuk meningkatkan working memory adalah dengan memastikan asupan gizi seimbang yang dapat meningkatkan fungsi otak,” tutup Prof Nila Moeloek.