Cara Berikan Pujian yang Tepat Pada Anak

Ilustrasi orangtua dan anak.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Memberikan apresiasi atau pujian atas keberhasilan anak, akan membuatnya lebih termotivasi. Namun, memberikan pujian pun harus sesuai takarannya agar anak juga tidak menjadi tinggi hati.

img_title Lifelong Learning: Bukan Hanya Soal Nilai, Tapi Kualitas Diri

Menurut psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, semua anak butuh untuk merasa kompeten atau menguasai apa yang dia pelajari. Jika anak merasa kompeten, mudah baginya untuk merasa lebih baik tentang dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, pujian pun diberikan sebatas pada kompetensi yang dikuasainya dengan baik. Atau dengan kata lain, pujilah sesuatu yang berkaitan dengan kompetensi yang dikuasainya.

img_title Berkaca dari Kasus Bunga Zainal, OJK Ungkap 6 Ciri-Ciri Investasi Bodong

"Berikan kata 'good' yang menandakan bahasa apa yang dia sudah lakukan itu baik atau usahanya oke. Jadi yang kita apresiasi adalah usaha anak atau pencapaian anak," kata Vera kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu.

Meski begitu, pujian tidak harus diberikan ketika anak berhasil atau berusaha dengan keras saja. Karena, ada masanya di mana performa anak menurun atau tidak sebagus yang biasanya.

img_title 6 Instrumen Investasi Terbaik untuk Siapkan Dana Pendidikan Anak

Jika itu terjadi, saran Vera, bandingkanlah pencapaian anak dengan dirinya sendiri, bukan dengan anak lain. Sehingga di pun akan melihat dari perspektif dirinya sendiri.

"Dia akan menyadari bahwa dia juga pernah kompeten, seandainya pada saat itu dia memang sedang tidak kompeten," imbuhnya.

Ilustrasi anak sekolah.

Pendidikan dan Nutrisi Anak Jadi Sorotan Baru di Asia Tenggara, Ini yang Terjadi

Isu pendidikan, nutrisi anak, dan dukungan komunitas semakin menjadi perhatian di berbagai negara Asia Tenggara. Beragam inisiatif sosial mulai diarahkan untuk membantu.

img_title
VIVA.co.id
17 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut