Melihat Cara Kerja Pabrik Susu dan Peternakan Sapi Perah Greenfields
- VIVA/Shalli Syartiqa
Selama diperjalanan, mata dimanjakan langsung dengan keindahan hamparan hijau sawah dan beberapa pemandangan cantik lainnya.  Setibanya di pabrik kami hdiminta untuk melewati jalur yang berisikan air, hal tersebut rupanya berfungsi untuk membersikan sepatu  yang akan melintasi seluruh peternakan.
Sebanyak 8.785 sapi asal Australia (Holstein) dan Inggris (Jersey) yang terdiri dari ibu sapi dan pedet (anak sapi) menjadi penghuni peternakan sapi perah Greenfield.
Seluruh sapi perah di peternakan Greenfields terlihat segar dan berisi, dengan senang hati para sapi tersebut mendatangi lokasi pemerahan tanpa dikawal oleh penjaga.  Hal tersebut terus dilakukan setiap hari, pagi, siang dan malam, selama delapan jam sekali.
Proses pemerahan sapi
Dengan sangat rapi dan teratur, sapi-sapi tersebut mengantre untuk di perah. Tanpa diperintah, seluruh sapi perah masuk dan mengambil posisi untuk diperah.Â
Sebelum melakukan proses pemerahan, ibu sapi mendapatkan sterilisasi ambing (puting). Hal ini dilakukan agar mencegah masuknya bakteri yang mengakibatkan terjadinya infeksi pada ambing sapi.  Sapi yang diperah biasanya sudah berusia 13 bulan ke atas dan yang telah melahirkan anak sapi.Â
Sebelum diperah, sapi distreping (diberi rangsangan) agar mengeluarkan air susu pertamanya. Lalu didrying (dikeringkan), dibersihkan dengan microfiber (lap khusus untuk membersihkan ambing setelah diperah) ambingnya agar tetap bersih, setiap sapi menggunakan satu microfiber.
Seluruh pemerahan sapi dilakukan tanpa menggunakan tangan manusia, dengan alat pemerah (sejenis selang) yang dipasangkan pada empat ambing sapi dan akan terlepas secara otomatis jika susu sapi telah habis. Selanjutnya susu tersebut akan mengalir langsung menuju selang pemrosesan susu sapi.Â
Pemeliharaan sapi perah
Peternakan Greenfields ini dibangun pada 1997 itu sangat memegang komitmen tinggi yang memberikan 'dairy products' terbaik untuk Indonesia. Hal tersebut didukung dengan inovasi, teknologi, dan sistem yang diperlihatkan dari cara mereka merawat sumber awal susu sapi perah.Â
Kami kemudianmenyambangi 'rumah' bagi pedet (anak sapi) yang baru lahir. Seluruh pedet disediakan jerami yang digunakan untuk alas para pedet berbaring.
Saat pedet lahir, tim kesehatan Greenfields langsung memberikan nutrisi berupa Colostrum yang manfaatnya sama seperti Air Susu Ibu (ASI) manusia. Colostrum kaya akan  protein dan imun untuk kekebalan tubuh si pedet.