Melihat Cara Kerja Pabrik Susu dan Peternakan Sapi Perah Greenfields
- VIVA/Shalli Syartiqa
Puas menjelajah ke kandang pedet, kami pun menginjakkan kaki ke ibu sapi. Peternakan sapi perah Greenfields dikenal dengan kenyamanan dan kebersihan yang terjamin. Suhu 20 derajat serta penambahan puluhan kipas angin raksasa sangat memanjakan ibu sapi perah.Â
Aroma di area peternakan pun sangat diatur, di dalam kandang sapi perah tak tercium bau busuk kotoran sapi dan lainnya.  Dan yang bikin menakjubkan, satu ekor lalat pun tak terlihat di sekitar area kandang peternakan.
"Sapi happy, sapi enggak dikekang, bebas di kandang. Sapi happy kalau bisa duduk dan tidur dengan nyaman. 90 persen tidur itu nyaman. Sapi enggak dikekang. Mau makan silakan, mau tidur silakan, kita sediakan air dan tempat tidur. Yang paling utama, sapi itu tidur di kandang, makan, minum. Kasur yang baik itu yang kering, bisa menyerap panas. Pasirnya itu ada dua jenis, baru (pasir sungai) dan recycling dari menur atau kotoran sapi," kata Fam 1 Manager, Hani Yudayan yang dijumpai di Peternakan Sapi Perah di Malang, Jawa Timur.
Seluruh kandang didesain sangat detail dengan memperhatikan kebersihan dan sirkulasi udara yang sehat. Untuk pakan (makanan) sapi perah itu sendiri pun harus diperhatikan.Â
Peternakan menggunakan tiga komponen pakannya yakni alfalfa, jagung dan konsentrat atau biji-bijian. Dan beberapa pakan diolah dengan menambahkan beberapa protein, vitamin. Seluruh pakan tersebut disimpan dalam gudang penyimpanan khusus yang berukuran besar.
"Alfalfa untuk sapi perah didatangkan langsung dari Amerika Serikat(AS), lantaran rumput jenis ini tidak tumbuh di Indonesia, sementara AS merupakan negara dengan penghasil alfafa terbesar. Selain itu, alfafa juga kaya akan serat dan baik untuk pencernaan sapi, sehingga alfafa menjadi bahan utama pakan sapi. Sedangkan pakan lainnya, menggunakan produk lokal yang dibeli langsung dari petani yang menjadi mitra Greenfields," kata Hani.
Tidak semua sapi mendapatkan pakan dengan ukuran yang sama. "Semua sapi dari kecil dan gede butuh protein, energi dan serat kasar tapi beda komposisinya. Kalau masih kecil proteinnya tinggi, laktasi butuh protein dan energi jadi ada jagung, ada kopra, kacang kedelai, amino plus. Dijadikan satu sesuai kebutuhan. Jadi ketika makan, sapi dapat nutrisinya," jelas Hani.