5 Fakta Mumi Tertua Indonesia, Berusia 7000 Tahun di Sulawesi
- U-Report
Namun penemuan terbaru ini membuat ilmuwan berpikir kalau pertemuan itu terjadi lebih cepat dari perkiraan. Jasad Besse ditemukan di gua batu kapur Lean Panninge di Sulawesi Selatan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature pada Agustus 2021 lalu, tentang asal usul orang Papua dan Aborigin.
2. DNA dari Besse
DNA dari Besse, demikian para peneliti menamai wanita muda di Indonesia, menggunakan istilah untuk bayi perempuan yang baru lahir dalam bahasa daerah Bugis, adalah salah satu dari sedikit spesimen yang terpelihara dengan baik yang ditemukan di daerah tropis.
Ini menunjukkan bahwa meskipun dia adalah keturunan dari orang-orang Austronesia yang umum di Asia Tenggara dan Oseania, dia juga memiliki jejak genetik Denisovan, kata para ilmuwan. DNA Besse mengubah teori tentang pola migrasi manusia purba tersebut dan mungkin juga menawarkan wawasan tentang asal usul orang Papua dan penduduk asli Australia yang memiliki DNA Denisovan.
“Analisis genetik menunjukkan bahwa penjelajah pra-Neolitikum ini … berbagi penyimpangan genetik dan kesamaan morfologi paling banyak dengan kelompok Papua dan Pribumi Australia saat ini,” kata mereka di koran. Jenazah saat ini disimpan di sebuah universitas di kota Makassar di Sulawesi Selatan.
Tidak hanya itu, DNA Besse juga mengubah teori tentang pola migrasi manusia purba tersebut dan mungkin juga menawarkan wawasan tentang asal usul orang Papua dan penduduk asli Australia yang memiliki DNA Denisovan.
3. Lean Pannige, Sulawesi Selatan Jadi Kawasan Industri Purba
Jasad Besse, yang merupakan wanita muda yang meninggal 7000 tahun lalu lamanya ditemukan di gua batu kapur Lean Panninge di Sulawesi Selatan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature pada Agustus 2021 lalu, tentang asal usul orang Papua dan Aborigin.
Para peneliti menemukan sebuah peninggalan budaya prasejarah di dalam Leang Panninge. Mulai dari kapak batu, pisau batu, mata panah dan termasuk hal-hal yang diyakini berupa sisa makanan mereka seperti tulang babi, rusa dan lainnya ikut ditemukan.
Leang Panninge diyakini pada saat itu digunakan sebagai area atau kawasan industri membuat alat-alat pemburuan, mengumpulkan serta meramu makanan. Hal ini berdasarkan sebuah penemuan yang berupa pembentuk alat batu serta sisa-sisa tatal alat batu.