SOROT 488

Bak Cendawan di Musim Hujan

Dilan 1990.
Sumber :
  • instagram.com/falconpictures_

Sementara, dari ranah novel populer, film yang diangkat dari novelis terkenal Marga T tak bisa diabaikan. Karmila, cerita bersambung yang akhirnya ia bukukan pada tahun 1973 ini sukses naik layar lebar pada tahun 1976. Film ini meraup 213.036 penonton dan menjadi film kedua terlaris di warsa tersebut. Ada juga Badai Pasti Berlalu pada tahun 1978, terlaris kedua dengan jumlah penonton 212.551.

img_title Sapa Fans, Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla Keliling Naik Bus

Noorca pun terkenang dengan film Kabut Sutra Ungu yang dibintangi Jenny Rachman, Roy Marten, dan El Manik pada tahun 1980. Film yang disutradarai oleh Sjumandjaja ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Ike Soepomo. Film ini menjadi yang terlaris di warsanya dengan jumlah penonton 488.865.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan jika bicara soal film adaptasi novel yang fenomenal di era baru, artinya warsa 2000 ke atas, maka 2008 adalah masa keemasannya. 10 tahun sebelum film Dilan dirilis, Laskar Pelangi yang diangkat dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata sukses besar baik secara komersil maupun kritik. Dari data filmindonesia.or.id per Jumat, 16 Februari 2018, sinema yang disutradarai Riri Riza ini masih menempati posisi ketiga film Indonesia terlaris sepanjang tahun 2007 hingga 2018. Jumlah penontonnya luar biasa, yakni 4.719.453.

img_title Dilan 1990 dan Dilan 1991 Bikin Heboh Lagi, Ini Caranya Nonton Lagi!

Masih di tahun yang sama, film adaptasi novel karya Habiburrahman el Shirazy, Ayat-ayat Cinta sukses bertengger di posisi ketujuh pada kategori yang sama. Tercatat, ada 3.676.135 penonton yang menyaksikan film ini. Bukan cuma sukses menjual banyak tiket, Laskar Pelangi dan Ayat-ayat Cinta juga menciptakan tren dan idola baru di kalangan masyarakat. Misalnya saja, Fahri, hingga detik ini seolah jadi ikon pria masa kini yang baik dan soleh. 

Sorot Film - ayat ayat cinta 2

img_title Main di FIlm Dilan 1991, Andovi da Lopez Tuai Protes

Novel dan Film Berbeda

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Novel dan film itu dua media yang berbeda, jadi karya novel tidak ada hubungannya dengan karya film. Itu harus dilepaskan sama sekali, karena benar-benar berbeda," kata Noorca Massardi, ketika mengawali penjelasannya soal film adaptasi. 

Mengangkat kisah dari novel ke dalam film memang membuat para pembaca kerap membanding-bandingkan keduanya. Padahal, menurut Noorca, penting diketahui bahwa ketika sebuah novel menjadi film, maka para pembuat film berhak untuk membuatnya sedemikian rupa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut