SOROT 493

Gempa Megathrust Ancam Jakarta

Gempa Bumi di Lebak, Banten, Januari 2018 lalu terasa hingga di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

Jakarta, ujar Subardjo, sebetulnya cukup jauh jaraknya dengan Selat Sunda, sekitar 200 hingga 250 kilometer. Jika terjadi gempa di Selat Sunda, ia tidak mengkhawatirkan tsunami di Jakarta, karena jarak yang sangat jauh. Tapi guncangan yang timbul dari gempa itu yang menurutnya patut dikhawatirkan. Karena susunan batuan di Jakarta adalah batuan sedimen, batuan alluvial, dan batuan ini punya sifat memperbesar guncangan.

img_title Ramal Gempa Besar Guncang Jakarta di 2026, Siapa Sebenarnya Frankie MacDonald?

"Jadi walau jaraknya jauh, itu akan mengakibatkan guncangan yang lebih besar kalau bangunannya tidak menyesuaikan dengan struktur yang ada dari gempa itu," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal senada disampaikan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudi Suhendar. Ia mengatakan, belum ada sesar langsung yang melewati Jakarta, namun kondisi geologi Jakarta menjadi ancaman.

img_title Guncangan Gempa Garut M 6,4 Juga Terasa hingga Jakarta dan Tangerang

Batuan di Jakarta belum terkonsolidasi dengan baik, sehingga guncangan yang disebabkan gempa tersebut menjadi ancaman. "Kalau sampai sekarang, patahan yang ada agak jauh di selatan Jakarta. Namanya perpanjangan dari sesar Baribis. Agak jauh, enggak langsung ke Jakarta. Berkisar 20-30 kilometer, memanjang. Itu pun tidak menyambung dengan lempeng Megathrust. Sesar itu adalah jalan tolnya, untuk rambatan gempa," ujar Rudi kepada VIVA.

sorot gempa bumi - Kawasan Senayan, Jakarta

img_title Hal yang Harus Dilakukan Sebelum, Saat dan Sesudah Gempa Bumi Menurut BMKG

Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Ancaman ambruknya Jakarta akibat guncangan, semakin mengkhawatirkan karena kondisi tanah di Jakarta yang lunak. Penggunaan air tanah yang sembarangan membuat permukaan tanah di Jakarta melunak dan akhirnya mengalami penurunan. Rudi mengatakan, seperti kota besar lain, Jakarta juga terancam terjadinya land subsident atau penurunan permukaan tanah.

Penurunan permukaan tanah itu, ujar Rudi, disebabkan oleh tiga hal. "Pertama adalah secara geologi dia agak terjadi natural konsolidasi di tanah. Kedua adalah adanya ekstraksi air tanah berlebihan. Dan yang ketiga adalah beban bangunan. Semua ancaman itu harus sama-sama diantisipasi," ujar Rudi.

Dan ia menegaskan, Jakarta tidak bebas dari itu semua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cerita Lama Berulang Kembali

Pakar Geologi Surono mengatakan, ancaman dampak dari gempa besar pada Jakarta sebenarnya adalah hal lama. Ia menyebutnya sebagai CLBK alias Cerita Lama Berulang Kali. Pria yang akrab disapa Mbah Rono ini menyesalkan, ancaman soal gempa besar terus diulang, namun tak ada langkah konkret untuk mengantisipasinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut