SOROT 494

Pengungkap Aib Facebook

Sorot Facebook - Media Sosial Facebook
Sumber :
  • REUTERS/Philippe Wojazer

Adapun di Uni Eropa, karena merupakan kawasan terintegrasi, maka perlindungan privasi dan data pribadi diatur oleh kebijakan yang bersifat supranasional dalam bentuk the EU Data Protection Directive.

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Sementara itu, konsep dasar perlindungan data pribadi pertama kali muncul pada 1960-an yang dilanjut pada 1970 oleh Jerman. Negara ini yang pertama memberlakukan peraturan tentang perlindungan data yang diikuti oleh Swedia tiga tahun kemudian serta Prancis pada 1978.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khusus Jerman, mengutip situs Deutsche Welle, Facebook harus menghadapi aturan yang lebih ketat dan hukuman yang lebih keras yang dijatuhkan oleh pihak berwenang dalam perlindungan data yang jauh lebih lengkap.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Hal ini dikatakan oleh Menteri Kehakiman Jerman, Katarina Barley. Ia memanggil para eksekutif Facebook, termasuk Kepala Urusan Hubungan Masyarakat Wilayah Eropa Facebook Richard Allan.

"Facebook mengakui penyalahgunaan dan dampak-dampak di masa lalu dan sejak itu telah memberikan jaminan bahwa hal-hal seperti tidak akan terjadi lagi. Tapi, itu belumlah cukup. Di masa mendatang kita harus mengatur perusahaan-perusahaan seperti Facebook dengan jauh lebih ketat lagi," ungkap Barley.

img_title Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

Bocornya data pengguna Facebook membuat banyak pihak menggaungkan tagar #DeleteFacebook, karena khawatir bisa jadi data pribadi mereka yang jadi korban berikutnya.

Salah satu pendiri layanan perpesanan WhatsApp, Brian Acton, mengajak pengguna internet di dunia untuk menghapus akun Facebook mereka. Dalam akun Twitter pribadinya, @brianacton, ia menulis agar pengguna WhatsApp untuk menghapus Facebook.

"Sudah saatnya," tulis Acton, menambahkan tagar #DeleteFacebook, seperti dikutip situs The Verge. Tweet Acton ini muncul setelah kasus kebocoran puluhan juta data pengguna Facebook memberikan dampak yang sangat berisiko bagi perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Elon Musk dalam kompetisi Hyperloop Pod.

Tak hanya Acton, Facebook pemilik Tesla dan SpaceX, Elon Musk, ikut menghilang pada Jumat, 23 Maret, pekan lalu. Janji Musk menghapus dua laman itu muncul setelah ia menerima tantangan dari pengguna Twitter lainnya. "Hapus halaman SpaceX di Facebook jika Anda jantan?" demikian cuitan seorang pengguna pada Musk. "Saya tidak menyadari jika kami memilikinya. Akan saya lakukan," balas Musk. Halaman Facebook SpaceX dan Tesla, yang masing-masing memiliki 2,6 juta pengikut, tidak lagi dapat diakses. Majalah dan situs khusus dewasa, Playboy, dikabarkan ikut dalam gerakan #DeleteFacebook.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut