- VIVA.co.id/ Linda Hasibuan
Agus menuturkan, dengan tumbuhnya e-commerce dan terus dilakukan inovasi di perusahaan pelat merah yang kini fokus pada logistik ini, ternyata telah menyumbang pertumbuhan pendapatan sekitar 20 persen per tahun.
Dari pertumbuhan tersebut, sektor jasa pengiriman barang atau logistik sangat mendominasi. Sementara itu, untuk jasa pengiriman surat menyurat turun sekitar 10 persen. "Pengiriman surat turun 10 persen itu tidak hanya terjadi di Indonesia tapi seluruh dunia ya," ujarnya.Â
Meski Pos Indonesia unggul dalam jumlah jaringan, nyatanya masih ada kendala besar dalam hal melayani permintaan masyarakat di seluruh nusantara, khususnya daerah-daerah terpencil.
Agus mengungkapkan, walaupun perusahaannya memiliki 3.500 agen pos kurir dan 37 ribu agen pos jasa keuangan, masalah terkait daya angkut serta bongkar barang masih menjadi pekerjaan rumah.
Sebab, Indonesia yang memiliki 17 ribu pulau memberikan tantangan besar dalam memberikan layanan prima. Sebab, infrastruktur yang tersedia di kota-kota kecil tak sebaik kota besar.Â
Untuk itu, guna menyelesaikan masalah tersebut, Pos Indonesia telah melakukan transformasi bisnis. Caranya dengan memetakan ulang posisi jaringan Pos Indonesia termasuk model transportasinya.Â
"Jadi kendalanya di service level di daerah terpencil ya, apakah semuanya harus menggunakan laut, atau bisa dikombinasikan dengan udara, laut, dan darat. Kira-kira itu," tuturnya.
Tak cuma itu, beberapa kebijakan lainnya telah disiapkan oleh Pos Indonesia dalam upaya menguasai pasar dalam negeri. Sejumlah kebijakan tersebut masih terus dikembangkan agar pelayanan kepada masyarakat meningkat.
Agus mengatakan, banyaknya kebijakan yang akan dibuat tersebut tak dapat dirinci satu per satu. Terlebih di dunia yang penuh persaingan ini banyak cara diintip oleh pelaku bisnis lainnya. Apalagi, lanjut dia, pelaku asing mulai mengincar Indonesia dan tentunya Pos Indonesia tak mau tertinggal. Perusahaan pun kini telah bergerak sangat cepat membenahi internal.
E-commerce dan Jasa Logistik Tak Terpisahkan
Kembali bangkitnya Pos Indonesia dari mati surinya saat ini tentu tak mengherankan. Sebab, perusahaan pelat merah tersebut berhasil melakukan transformasi bisnisnya ke tren digitalisasi e-commerce.
Chief Executive Officer (CEO) and Founder GudangImpor.com, Yuwono Wicaksono mengatakan, tren tumbuhnya e-commerce di Indonesia tentunya telah membuat pelaku bisnis mengirimkan barang secara rutin dan dalam jumlah yang semakin banyak.