- VIVA.co.id/ Linda Hasibuan
Semangat baru di awal 2018 menjadi pelecut untuk membangun kembali kejayaan Pos Indonesia. Saat ini, perusahaan dihadapkan pada era persaingan dalam lanskap industri yang sudah sangat berubah.
Dikutip dari situs posindonesia.co.id, Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono mengatakan, Pos Indonesia merupakan perusahaan penuh sejarah dan simbol yang memiliki ikatan batin penting bagi sebagian besar masyarakat. Sebuah perusahaan negara yang besar dan dianggap ‘terlambat bangun’ dalam menghadapi perubahan.
Pada dua bisnis besar, yaitu kurir dan layanan keuangan, Pos Indonesia harus berkompetisi dengan pemain-pemain yang tidak digerakkan dengan bisnis model yang sama.
Namun sekarang, Gilarsi menyatakan, it’s time to return! Sudah saatnya Pos Indonesia naik pentas pertarungan yang lebih nyata. Pos Indonesia diklaimnya telah mempunyai banyak fondasi baru untuk siap menjadi perusahaan yang lebih lincah, cepat, dan siap beradaptasi terhadap tantangan serta disrupsi-disrupsi baru.
Direktur Jasa Kurir Pos Indonesia, Agus Handoyo menambahkan, tumbuh pesatnya industri e-commerce memang menjadi peluang bagi perusahaan meningkatkan pendapatan. Terlebih pasar Indonesia yang luas menjadi incaran pemain asing.
Untuk itu, Agus berharap, besarnya pasar tersebut juga diikuti peningkatan jumlah pemain asal Indonesia. Perusahaan dalam negeri harus segera mempersiapkan diri agar pemain asing tak menguasai pasar nasional.
"Kalau kita tidak persiapkan, atau tidak ada perusahaan nasional yang main di sini, perusahaan dari luar pasti akan masuk. Karena kalau dilihat dari peta regional, Indonesia itu pasar yang luar biasa," ujarnya kepada VIVA.
Dia mengungkapkan, dengan dasar tersebut, Pos Indonesia pun terus memperbaiki diri dengan menciptakan inovasi. Seperti, jaringan hingga pelosok RI, kemudian mempersiapkan koperasi, teknologi informasi, dan sumber daya manusia yang menjadi pekerjaan rumah besar.
![]()
Selain itu, Pos Indonesia banyak membenahi sejumlah hal dari sisi operasi, seperti orang-orang di kantor pos yang cenderung pasif di ruangan kerja, kini sudah turun ke lapangan yang dinamakan O-Ranger.
Tugas dari O-Ranger tersebut tentunya adalah proses jemput bola dengan mengambil barang dari masyarakat. Lalu, soal paket kilat khusus yang dahulu butuh tiga hari di dalam kota kini bisa menjadi satu hari. "Jadi yang kami benahi sebenarnya adalah perbaikan pelayanan ya, menjadi lebih cepat dari sebelumnya, dan bisa jadi satu hari kiriman khususnya di dalam kota," ujarnya.